GAZA – Sebuah terowongan penyelundupan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir banjir dan runtuh dan menurut pejabat Palestina telah menewaskan empat orang.
Keempatnya dilaporkan hilang sejak pekan lalu, dan dilansir Al jazeera, juru bicara kementerian kesehatan yang berbasis di Gaza, Ashraf al-Qudra, pada Minggu (4/11/2016) mengatakan pada kantor berita DPA, pekerja darurat telah menemukan tiga mayat.
Peristiwa ini bukan pertamakalinya terjadi, karena puluhan warga Palestina telah tewas di dalam terowongan tersebut sejak awal tahun. Banjir terowongan Gaza ini telah memutus garis kehidupan Palestina karena sejak tahun 2007 terowongan bawah tanah berfungsi bagi warga Palestina untuk menyelundupkan pasokan bahan-bahan kebutuhan.
Air limbah dan air laut yang berasal dari Mesir telah membanjiri terowongan selama tiga tahun terakhir dalam upaya untuk memerangi penyebaran rute lintas-perbatasan.
Diketahui Jalur Gaza, wilayah yang terdiri dari 360 kilometer persegi, telah berada di bawah blokade ketat Israel sejak pengambilalihan gerakan Hamas dari Gaza pada Juni 2007.





