JAKARTA – Ritme kehidupan yang harus dijalani Kakek asal Pati, Jawa Timur ini sungguh mengetuk hati. Ialah Wagiman, diusianya yang semakin senja kedua matanya telah divonis oleh dokter buta 100 persen. Akibat kebutaannya itu Wagiman tinggal di dapur karena rumah utamanya digembok oleh anak angkatnya.
Kisah hidup Wagiman yang memprihatinkan mulai naik ke permukaan sejak netizen bernama Sari Dewi Wangsawijaya membagikan unggahannya ke akun facebook. Dalam postingannya Sari mengatakan bahwa Wagiman hidup sebatang kara. Ditengah kondisi yang serba terbatas, Wagiman mengaku sangat ingin bertemu dengan Mentri Sosial Khofifah Indarparawansa. Bila tak dapat tatap muka, berbicara melalui telepon pun tak menjadi masalah.
“Sekadar pengen ngobrol karena selama ini denger soal bu Khofifah hanya lewat radio kecilnya. Ada enggak temen-temen yang punya kenalan yang bisa ngewujudin keinginan si mbah? Kalau ada nanti saya teruskan ke relawannya yang bisa sambungkan ke pak Wagiman,” tulis Sari yang menyertai unggahannya.
Postingan itu kemudian direspon oleh sejumlah netizen. Menurut pemilik akun Facebook Mamik Ferianti yang sedikit tahu soal keseharian Wagiman, pria berusia 75 tahun itu hidup sebatang kara sejak istrinya meninggal dunia bertahun-tahun lalu. Wagiman tak memiliki anak kandung, sehingga memilih untuk mengangkat anak. Namun ketika tua, pria yang tinggal di Karangsumber, Winong Kidul, Pati itu justru ditelantarkan.
“Iya si mbah sendiri, tidur cuma di kursi yang mbah Wagiman pakai duduk itu tapi beberapa waktu kemarin saat si mbah sakit ada yang berbaik hati kasih tempat tidur jadi si Mbah bisa tidur dengan enak,” tutur Mamik seperti dilansir oleh Tribunjogja.com.
Selama ini, Wagiman biasa memasak nasi sendiri menggunakan rice cooker. Sedangkan lauknya diberi oleh para tetangga yang iba.
Menurut Mamik, para tetangga justru bersyukur karena anak angkat Wagiman tak tinggal di sana. Bila masih bersama anak angkatnya, tetangga kanan-kiri justru takut untuk membantu. Sebenarnya tambah Mamik, Wagiman sangat ingin tinggal di panti jompo. Selama ini pria tua itu sangat kesepian karena hanya ditemani sebuah radio kecil.
Postingan yang dibuat Sari rupanya sampai ke tim Kementerian Sosial (Kemensos). Dari respon sejumlah netizen di akun Facebook Sari, terlihat bila tim Kemensos telah mendatangi rumah Wagiman dan memberikan sejumlah bantuan.
Menurut salah satu netizen, saat ini mbah Wagiman telah dirujuk ke Unit Lansia Rembang. Namun belum diketahui, apakah ia telah berhasil berbicara dengan Menteri Khofifah atau belum.





