JAKARTA-Awal Desember ini ribuan orang dinyatakan dalam kondisi kritis menghadapi musim dingin yang melanda Eropa, dan Turki.
Mereka adalah para imigran, dan pengungsi yang saat ini berada di Yunani. Kondisi ini mendapatkan respon dari puluhan organisasi kemanusiaan. Organisasi tersebut tengah bekerja membantu para pengungsi di wilayah Yunani.
Mereka memperingatkan cuaca ekstrim musim dingin sangat berbahaya bagi para pengungsi, termasuk di dalamnya perempuan dan anak-anak.
Menanggapi hal tersebut, para pemimpin negara-negara Eropa menggelar pertemuan di Brussels. Mereka membahas tentang kondisi imigran dan mencari solusi untuk menyelamatkan kehidupan para pengungsi.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh 21 organisasi sosial dunia. Antara lain Oxfam, Save The Children, Amnesty Internasional, Human Right Watch, dan International Rescue Comittee. Dalam pertemuan itu, pemerintah Eropa khawatir tidak bisa memindahkan para pengungsi dari Yunani menuju Turki yang memiliki cuaca lebih bersahabat. Sebelumnya, pemerintah Eropa telah membahas kesepakatan tentang hal ini dengan pemerintah Turki pada Maret 2016.
Saat ini, ribuan orang, termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak terjebak selama beberapa bulan dalam tenda-tenda pengungsian. Banyak anak-anak dan bayi yang menderita kedinginan di dalam tenda pengungsian.
Tiga minggu lalu, seorang nenek dan cucunya yang berusia enam tahun, ditemukan meninggal dunia dalam tenda di kota Moria, kepulauan Lesbos, Yunani. Tenda mereka terbakar, karena mereka terpaksa menyalakan api akibat tidak tahan terhadap cuaca dingin yang menusuk. Kasus lainnya juga dialami oleh sebuah keluarga. Mereka menderita keracunan karbon monoksida karena kedinginan.
Deputi Direktur bidang Advokasi Oxfam Internasional Natalia Alonso mengatakan, kondisi ini mendesak para pemimpin Eropa untuk segera bertindak. “Di bagian lain dunia, negara-negara Eropa harus memanggil para pemerintahnya untuk melakukan sesuatu. Pemimpin Eropa harus menunjukkan solidaritas dan kemanusiaan mereka di sejumlah negara, seperti Yunani, dan Italia untuk menyelamatkan nyawa laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang sedang dalam ancaman musim dingin,” urainya seperti dilansir Gatra,Jumat (16/12)
Kepala International Rescue Comittee di Brussels Imogen Sudberry menilai, krisis di Yunani benar-benar sudah dilupakan. “Padahal, pemimpin Eropa punya kekuasaan untuk membantu ribuan pengungsi untuk merolakasi mereka ke tempat yang lebih aman. Pertanyaannya, apakah para pemimpin Eropa punya rasa kemanusiaan?” katanya.




