3,5 Juta Lansia di Jakarta Divaksinasi

Sebanyak 3,5 juta kauam lansia di DKI Jakarta akan divaksin mulai 24 Feb. secara bertahap.

PROGRAM vaksinasi bagi para lansia di DKI Jakarta  akan dilakukan secara bertahap dan akan dimulai Rabu atau Kamis pekan depan (24 atau 25 Feb.), kata Jubir Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Pada tahap awal, menurut dia, lansia berdomisili di DKI Jakarta yang paling tinggi jumlahnya menjadi korban terpapar Covid-19 dan di 33 provinsi akan mendapatkan suntikan vaksin.

Program vaksinasi di ibukota akan digelar di kelima kotamadya yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Sementara itu, di 33 provinsi lain, vaksinasi akan diberikan kepada lansia yang berdomisili di ibu kota provinsi, misalnya di Kota Bandung untuk Provinsi Jawa Barat dan Kota Surabaya untuk Provinsi Jawa Timur.

Menurut Nadia, programvaksinasi bagi lansia dijadwalkan bisa dimulai pekan depan (sekitar Rabu, 24  Fabruari) bagi lansia yang berdomisili di tiap ibukota provinsi, sedangkan untuk lansia yang tinggal di kota kabupaten akan menyusul tergantung ketersediaan vaksin.

Nadia menyebutkan, ada sekitar 21,5 juta lansia di seluruh Indonesia yang menjadi target vaksinasi, sementara persediaan vasin saat ini baru tujuh juta dosis.

“Seluruh lansia yang menjadi target akan tetap mendapat vaksin, tetapi  harus sabar, karena dilakkan secara bertahap,” tuturnya.

Menurut dia, ada dua mekanisme pendaftaran untuk vaksinasi lansia yakni secara online dengan mengakses pendaftaran lewat laman resmi Kemenkes atau laman resmi KPC PEN atau dengan mengikuti vaksinasi massal yang digelar pemda atau instansi yang bekerja sama dengan Kemenkes.

Dikutip dari laman resmi Covid19.go.id, kelompok penerima vaksin Covid-19 tahap kedua di antaranya adalah Petugas Pelayanan Publik termasuk pedagang pasar, guru, petugas transportasi publik dan lain-lain, serta juga kelompok masyarakat lanjut usia (60 tahun ke atas).

Kelompok prioritas penerima vaksin tahap kedua merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, sehingga sangat rentan tertular dan menularkan virus Covid-19.

Di tahap kedua pelaksanaan vaksinasi COVID-19 setelah tenaga kesehatan, ada 21 juta Lansia (berusia di atas 60 tahun) yang menjadi sasaran prioritas.

Lansia yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 akan mengikuti proses  “skrining” khusus dan juga sejumlah pertanyaan tambahan untuk memastikan kondisinya sebelum divaksin.

Ketentuan lainnya bagi lansia yang hendak divaksin, harus menjawab seluruh pertanyaan pada proses skrining plus persyaratan tambahan sbb: berikut:

Apakah mengalami kesulitan menaiki 10 anak tangga, Apakah sering merasa kelelahan? dan yang dilarang divaksinasi, lansia dengan paling sedikit lima dari 11 penyakit : hipertensi, diabetes, kanker, paru kronis, serangan jantung, gagal jantung,  nyeri dada, nyeri sendi, stroke dan  ginjal.

Selain itu, lansia yang tidak mengalami kesulitan berjalan sampai 200 meter, tidak mengalami penurunan berat secara signifikan selama setahun diizinkan untuk divaksinasi.

Sudah dapat Izin BPOM

BPOM juga baru saja menerbitkan penggunaan vaksi sementara  Emergency Use Authorization -EUA) vaksin Corona untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin yang diberikan selang waktu 28 hari.

BPOM telah memantau dan mendapatkan data uji klinik vaksin Corona fase pertama dan kedua di Cina dan fase ketiga di Brazil. Persetujuan BPOM tersebut diberikan setelah memeriksa data uji klinis di kedua negara tersebut.

Berdasarkan data Kemenkes, persentase lansia yang terpapar Covid-19 di Indonesia berjumlah 10 persen, namun total yang meninggal karena  mencapai angka 50 persen.  Hal tersebut menunjukkan lansia sangat rentan Covid-19.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengemukakan, prioritas vaksinasi diberikan pada nakes yang dalam pekerjaannya berisiko tinggi tertular Covid-19, setelah itu pada lansia yang rentan dan jika terkena kemungkinan fatalnya cukup tinggi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengemukakan, pihaknya baru saja menerima 66.000 dosis vaksin, yang  selanjutnya akan disiapkan pengadaan vaksin untuk 3,5 juta lansia.

Dari SDM, menurut dia ada 1.600 vaksinator di 44 kecamatan dan 512 fasilitas kesehatan (Rumah Sakit dan Puskesmas).

 

 

 

 

 

 

Advertisement