PBB Loloskan Resolusi Kecaman Pemukiman Yahudi di Pendudukan, PM Israel Marah Besar

para pejuang Palestina beraksi/ afrid-fransisco.com

ISRAEL – Setelah Dewan Keamanan PBB meloloskan kecaman terhadap pemukiman warga Israel di wilayah pendudukan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah besar dan memanggil duta besar dari DK PBB.

Duta besar yang dipanggil pada Minggu (25/12/2016) adalah  dubes Amerika Serikat, dubes Inggris, Rusia, Cina, Jepang, Ukraina, Prancis, Angola, Mesir, Uruguay, dan Spanyol.

PBB mengeluarkan resolusi -yang pertama sejak 1979- yang isinya menegaskan bahwa pembangunan permukiman Yahudi di wilayah-wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jerusalem Timur ‘tak memiliki landasan hukum, jelas-jelas melanggar hukum internasional, dan menjadi kendala bagi solusi dua negara dalam kaitan menyelesaikan masalah Israel-Palestina.

Resolusi ini disetujui karena Amerika mengambil tindakan yang sangat tidak biasa dengan memilih abstain ketika pemungutan suara dilakukan. Di masa lalu, AS biasanya memveto setiap resolusi yang kritis terhadap Israel.

Diketahui, resolusi yang dikeluarkan PBB pada hari Jumat (23/12/2016) akan memaksa Israel untuk menghentikan semua pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.

Israel menggambarkan resolusi PBB sebagai ‘memalukan’ dan PM Netanyahu menuduh Amerika -salah satu sekutu dekat Israel- sengaja ‘merekayasa keluarnya resolusi ini’, tuduhan yang sudah dibantah Washington.

“Dari informasi yang kami terima, tak diragukan lagi bahwa pemerintah Obama menginisiasi, berada di belakang, mengatur isi, dan mendesak agar resolusi ini diloloskan,” kata Netanyahu, dikutip dari bbc.

Advertisement