JAKARTA – Ahad sore di Masjid Ar Rohman, Nglembu, Panjangjero, Pundong, Bantul, DIY tampak seorang kakek tengah beristirahat. Ia menyandar di dinding masjid,tanganya tak henti memijat kaki dengan tarikan nafas cepat. Rupanya pada sabtu malam (7/1) kakek yang diketahui bernama Amir itu baru saja mengikuti pengajian di Serayu daerah Bakulan, lalu paginya Amir melanjutkan pengajian di Greges, Kretek, Bantul.
Hebatnya meski jarak antar lokasi pengajian saling berjauhan Amir memilih berjalan kaki untuk menyambanginya. Cara Amir yang tak lazim karena berjalan kaki setiap mengikuti pengajian praktis memancing perhatian publik. Netizen bernama Luthfi Fletcher memviralkan cerita soal kakek yang tinggal di daerah Turi, Sleman, DIY itu
di grup Facebook Info Cegatan Jogja, Minggu (8/1/2017).
Dalam postingannya Luthfi mengatakan, selain sudah tua, pria kelahiran tahun 1940 itu juga mengalami cacat di kaki kiri. Meskipun demikian, itu tak menghalanginya untuk berjalan kaki mencari ilmu agama. Amir juga pernah berkeliling Merapi dan bahkan sampai daerah Sumbing untuk mencari acara pengajian.
Yang membuat netizen tambah terharu, rupanya pria tua itu selalu memanjatkan doa agar diberikan anak di setiap pengajian yang dikunjungi.Pasalnya sampai saat ini, Amir dan istrinya belum juga diberi momongan.
“Jujur saya menangis dalam hati mendengar cerita simbah ini. Simbah ini namanya simbah Amir. Katanya rumahnya Sleman sedangkan istrinya di Klaten. Beliau cerita kepada saya begini, bahwa di mana ada pengajian beliau pasti hadir. Beliau cuma jalan kaki, padahal udah sepuh, maaf kaki kirinya cacat. Tapi niat beliau untuk beribadah luar biasa.Terakhir kemarin habis dari Serayu (pengajian Jamuro) terus tadi malam ke greges (pengajian Sapu jagad),” tulis Luthfi dalam postingannya.
Dalam tautannya Lutfi juga menjelaskan bahwa beliau belum memiliki anak, untuk itu Amir bersedia datang dimana setiap ada pengajian digelar.permintaanya hanya satu supaya keluarganya dikaruniai anak.
“Subhanallah mendengar cerita si mbah, saya terharu,” ungkap Luthfi.
Tak berhenti disitu, ternyata Amir juga pernah mengelilingi Gunung Merapi hanya untuk mencari tempat pengajian, bahkan Amir sudah pernah sampai di daerah Gunung Sumbing yang berjarak puluhan kilometer dari rumahnya dengan berjalan kaki.
Kalau sedulur-sedulur menjumpai tolong kasih makanan dan minuman. Soalnya si mbah gak bawa uang sepeser pun,” kata Luthfi yang mengaku menerima pesan dari Kakek Amir untuk tidak bosan mencari ilmu sebanyak-banyaknya.





