Myanmar dan Bangladesh Setuju Bicarakan Soal Pengungsi Rohingya

time.com
pengungsi rohingya

MYANMAR – Myanmar telah sepakat untuk memulai pembicaraan dengan Bangladesh mengenai  65.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine sejak serangan terhadap pos perbatasan tiga bulan lalu.

Pejabat senior mengatakan jika pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengirim utusan khusus ke Dhaka pekan untuk mencairkan  hubungan bermasalah antara tetangga, yang masing-masing melihat keberadaaan Rohingya dengan sisi yang berbeda.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan kepada Wakil Menteri Suu Kyi Luar Negeri Kyaw Tin pada hari Rabu bahwa Myanmar harus menerima kembali semua warga Myanmar di Bangladesh.

Sementara itu Aye Aye Soe, Direktur jenderal Kementerian Luar Negeri Myanmar, mengatakan, kedua negara akan memulai diskusi pada “identifikasi dan verifikasi proses”.

“Jika mereka menemukan mereka dari Myanmar, mereka akan dipulangkan pada waktu yang tepat,” katanya, seperti dilansir Reuters.

Perjanjian tersebut menandai titik terang langka dalam hubungan bilateral kedua negara yang disebabkan sebanyak 500.000 Muslim Rohingya datang ke Bangladesh setelah melarikan diri dari dekade penindasan di Myanmar.

PBB mengatakan sekitar 65.000 lebih orang telah melarikan diri dari mayoritas Muslim bagian utara Rakhine ke Bangladesh sejak serangan yang menewaskan sembilan polisi perbatasan Myanmar pada 9 Oktober 2016.

Warga dan pengungsi mengatakan pasukan Myanmar dan polisi telah melakukan pemukulan, kekerasan seksual dan pembunuhan di luar hukum, sewenang-wenang menangkap penduduk desa dan membakar rumah. Namun pihak  Myanmar membantah hampir semua tuduhan tersebut.

Advertisement