Tidak Ingin Merepotkan Anak, Nenek ini Memulung dengan Sebelah Mata Buta

pemulung
Foto Seputarkudus.com

JAKARTA – Wajah Sukinah sedikit mengejan ketika karung berisi rongsokan berpindah ke bahunya. Dibawah terik matahari yang menyengat, secara perlahan Sukinah menyusuri tepi jalan Sosrokartono, Kudus, Jawa Timur.Sesekali langkah kakinya terhenti saat melihat botol plastik di pinggir jalan. itu lah dia rutinitas wanita bersuai 60 tahun, kendati raga taklagi bugar namun ia tetap kuat menggendong karung putih besar.

Ia harus tetap bekerja menjadi pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Seperti dilansir Seuputarkudus.com Sukinah ikhlas menjalani hidup sebagai pemulung karena tidak ingin merepotkan anak-anaknya.

“Mata sebelah kanan saya sakit dan tidak bisa melihat sejak 10 tahun yang lalu. Tapi saya tidak mau berdiam diri dan bergantung kepada anak-anak yang bekerja menjadi buruh,” ujar Mbah Sukinah.

Dia mengaku tidak tau penyakit yang membuat mata kanannya hingga tidak bisa digunakan untuk melihat lagi. Awalnya terasa panas dan sakit pada mata kanannya. Setelah berobat dan menjalani oprasi tiga kali, tidak ada pengaruh hingga akhirnya dia mengalami kebutaan hingga saat ini.

“Kalau menjadi pemulung saya sudah tiga tahun, karena saya tidak ingin merepotkan anak-anak saya yang sudah berkeluarga. Saya tidak tahu mau bekerja apa lagi, ini yang bisa saya lakukan jadi saya syukuri saja,” ungkap wanita dua anak itu.

Guna menyambung hidup setidaknya Sukinah harus sudah keluar rumah pukul 7 pagi dan baru kembali pada pukul 12 siang. Mengingat kondisinya yang renta biasanya Sukinah berjalan di sekitar Desa Bacin Rt 2, Rw 1, Kecamatan Ba, Kudus.

Dari hasil memulung, Sukinah mengaku hanya mendapat uang sekitar kurang lebih Rp 50 ribu per tiga hari. Setelah mencari sampah Sukinah tidak langsung menjualnya, tetapi dia bawa pulang dan dikumpulkan di rumah, baru setiap tiga hari sekali ada pembeli yang datang kerumahnya.

“Biasanya saya kumpulkan dulu di rumah. Setiap tiga hari sekali biasanya ada yang datang mengambil ke rumah. Dari hasil saya mengumpulkan sampah tiga hari biasanya mendapat uang Rp 50 ribu,” jelas Sukinah sambil mengusap mata kanannya.

Sulitnya hidup Sukinah ternyata juga memantik perhatian netizen. Salah satunya akun Instagram Ketimbang Ngemis Kudus yang memuat foto gigihnya Sukinah dalam menjemput rejeki. Dalam tautannya foto Sukinah sudahdisukai oleh lebih dari 2 ribu pengguna Instagram serta banjir pujian.

Advertisement