4 Demonstran Tewas Diterjang Peluru Polisi Nepal

Demo di Nepal Selatan, Suku Madhesi tolak konstitusi baru, 4 tewas. Foto:Reuters

NEPAL (KBK) – Setidaknya empat demonstran tewas karena bentrokan dengan pihak keamanan sejak Sabtu hingga Senin (23/11/2015) di Nepal Selatan.

Para pendemo di Nepal Selatan, berupaya keras menolak konstitusi baru.

Demonstran tewas diterjang peluru tajam dari senjata polisi anti huru hara. Selain korban tewas, puluhan lainnya baik dari demonstran maupun Polisi juga terluka.

Para pengunjuk rasa, dari etnis minoritas Madhesi mengatakan, konstitusi baru di Nepal mendiskriminasikan komunitas mereka.

Suku Madhesi telah memblokade perbatasan India dan Nepal selama dua bulan, menyebabkan kekurangan makanan dan obat-obatan masuk ke Nepal.

Nepal menuding India turut memperburuk keadaan dengan diam-diam mendukung Suku Madhesi, yang memiliki hubungan dekat dengan etnis India utara.

Sekitar 60% obat-obatan di Nepal diimpor dari India, bersama dengan sejumlah besar bahan bakar, makanan dan perlengkapan lainnya

Tiga dari para pengunjuk rasa ditembak mati dalam bentrokan dengan polisi pada Sabtu malam, sementara demosntran keempat ditembak dalam bentrokan di kota Rajbiraj pada Ahad sore (22/11/2015).

Dr Prakash Bhattarai, Pimpinan Rumah Sakit BP Koirala di Kota Dharan, mengatakan, keempat demonstran telah meninggal sebelum mereka sampai ke rumah sakit.

Rumah sakit mengatakan mereka juga mengobati 10 pemrotes cedera lainnya, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Sementara itu, pihak kepolisian juga merilis lebih dari 24 personelnya terluka dalam bentrokan akhir pekan kemarin, bahkan ambulans juga diserang.

Seperti dilaporkan BBC (23/11/2015) disebabkan blokade ini, sekolah-sekolah juga dilaporkan sudah lama ditutup.

Advertisement