Turki Minta Rusia Akhiri Operasi Militer di Perbatasan Suriah

ANKARA (KBK)—Pemerintah Turki meminta Rusia mengakhiri operasi militernya di perbatasan Suriah-Turki. Permintaan ini menyusul semakin banyaknya warga sipil yang terbunuh dalam serang yang dilancarkan. Terlebih banyak juga warga Turkmenistan, yang notabene memiliki darah yang sama dengan Turki.

Media lokal seperti Todays Zaman, Senin (23/11) melaporkan, pemerintah Turki meminta pertemuan khusus dengan Dewan Keamanan PBB untuk membahas krisis ini. Ankara juga telah memanggi duta besar Rusia di Turki, sebagai bentuk protes terhadap serangan-serangan Rusia di beberapa desa.

Beberapa sumber di pemerintahan mengatakan, Turki saat ini sedang menjalin keomunikasi yang intensif dengan Amerika Serikat (AS) dan Suriah tentang kerisis yang terjadi di perbatasan. Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu juga telah menggelar rapat konsultasi bersama kepala angkatan bersenjata Turki dan badan inteljen nasional.

Dilaporkan pula, pada hari Sabtu (21/11) lalu,  hampir 1.500 orang Turkmens  melarikan diri ke perbatasan Turki di setelah serangan tentara loyal Bashara Al Asad dan Rusia menggempur sebuah desa di perbatasan Suriah-Turki. Wilayah tersebut dihuni 35 ribu warga Suriah, di mana 15 ribu di antaranya adalah orang Turkmens yang memiliki ikatan darah dengan Turki.

Advertisement