PAPUA – Sebanyak 10 orang tim Emergency Response Grup (ERG) PT Freeport Indonesia mengevakuasi jenazah empat kru pesawat DHC4 turbo Caribou PK-SWW.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob mengatakan dari laporan yang diterima, tiga jenazah sudah dievakuasi ke Jila menggunakan helikopter Airfast.
“Sekarang tim ERG PT Freeport sedang mengevakuasi satu jenazah terakhir ke Jila. Nanti dari Jila, semua jenazah akan dibawa ke Posko SAR di Bandara Timika untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Mimika guna dilakukan proses identifikasi,” katanya di Timika, Selasa (01/11/16) seperti dilansir Republika.
Ia memastikan seluruh kru pesawat DHC4 PK-SWW turbo Caribou milik Pemkab Puncak tersebut meninggal dunia.
“Semua kru meninggal dunia. Kondisi jenazah sebagian tidak utuh, mudah-mudahan nantinya bisa diidentifikasi,” ujarnya.
Guna mendukung proses identifikasi jenazah kru pesawat Caribou tersebut, saat ini sejumlah personel Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua sudah berada di Bandara Mozes Kilangin Timika. Pesawat DHC4 PK-SWW turbo Caribou tersebut hilang kontak sejak Senin (31/10) pagi dalam penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Aminggaru Ilaga.
Pesawat buatan 1972 dari negara Kanada itu dioperasikan oleh Asosiasi Penerbangan Pilot Indonesia.
Pesawat tersebut dipiloti Kapten Fahmi Parhat (56 tahun) dengan Copilot R Fendy Ardianto (38 tahun), Steven David Basari (35 tahun) selaku EOB, dan Endri Baringin Sakti P (40 tahun) selaku FOO. Pesawat itu dilaporkan mengangkut 3,1 ton bahan bangunan.





