40 Bandar Narkoba di Filipina ditembak Mati

Ilustrasi penembakan

FILIPINA – Kebijakan keras Rodrigo Duterte yang belum dilantik menjadi Presiden Filipina sudah membuktikan peningkatan angka tembak mati bagi pengedar narkoba.

Kepolisian Filipina melaporkan sedikitnya 40 bandar narkoba tewas ditembak aparat sejak 9 Mei lalu. Jumlah ini meningkat drastis, dibandingkan Januari-April lalu hanya 39 orang kriminal yang ditembak polisi.

Hal ini berkaitan dengan kebijakan keras calon Presiden Duterte yang baru akan dilantik 30 Juni mendatang, yang seringkali menyuarakan nasib para kriminal akan mati di tangan aparat.

“Siapapun dari kalian yang berbinis narkoba, kalian itu haram jadah. Saya akan membunuh kalian semua,” kata Duterte, dikutip dari Express.co.uk, Rabu (22/6/2016).

Namun Jenderal Kepolisian Filipina, Ronald De La Rosa, membantah anak buahnya bertindak agresif sebulan terakhir demi memenuhi janji kampanye Duterte. Dia mengaku perlu memeriksa lebih lanjut kenapa sampai ada 40 bandar narkoba mati ditembak dua bulan belakangan.

Duterte merupakan Presiden ke 16 Filipina, dan akan menjabat satu kali periode selama enam tahun. Ketegasannya dalam membunuh para kriminal sudah diketahui sejak ia menjabat sebagai Wali Kota Davao.
Dia membentuk pasukan bayangan, bukan dari unsur kepolisian, menembak mati pengedar narkoba, penyelundup beras, serta gangster lokal.

Advertisement