40 Persen Puskesmas di Sultra Tak Punya Dokter

Ilustrasi/ Tribunnews

KENDARI –  Sekitar 40 persen dari 280 puskesmas yang ada di daerah Sulawesi tenggara belum memiliki tenaga dokter, padahal puskesmas tersebut rata-rata diandalkan warga untuk berobat.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara (Sultra), dr Asrum Tombili mengatakan hanya sekitar 60 persen Puskesmas yang berisi dokter. Selebihnya, adalah nondokter atau hanya perawat yang mengatur dan mengelolahnya.

Meskipun masih banyak yang belum memiliki dokter, kata Asrum, pihaknya terus berupaya meningkatkan layanan pusat kesehatan masyarakat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Sebagai garda terdepan, tentunya kapasitas puskesmas harus diperkuat dengan cara ketersediaan sumber daya puskesmas yang ditunjang dengan fasilitas dan ketersediaan obat yang memadai,” kata Asrum, kepada Antara.

Ia menerangkan, keberadaan puskesmas menjadi andalan warga di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Tersebar terutama di Kabupaten Bombana 23 unit, Kabupaten Konawe 24 unit dan Kabupaten Konawe Kepulauan tujuh unit.

“Pembangunan puskesmas di daerah pelosok yang jauh jangkauan dari rumah sakit umum milik pemeirntah maupun rumah sakit swasta merupakan prioritas pemerintah,” kata dia.

Program penempatan bidan menjadi pegawai honorer tidak tetap di puskesmas daerah terpencil menjadi salah satu upaya pemerintah Sultra memeratakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Tidak hanya memperbanyak puskesmas di daerah terpencil, tetapi juga melengkapi sarana dan prasana termasuk penyebaran tenaga medis disetiap puskesmas tersebut, hingga menjamin ketersediaan obat-obatan.

“Persediaan obat terus disiapkan di setiap puskesmas yang ada di daerah itu, dan untuk antisipasi juga disediakan di gudang yang dekat dengan kantor-kantor kecamatan,” ujar Asrum.

Advertisement