4000 Pengungsi Palestina di Libanon Tidak Mendapat Haknya Sebagai Warga Negara

Direktur Adara Relief, Sri Vira Chandra saat acara media gathering. Foto: Romy

JAKARTA – Penjajahan zionis Israel di Palestina telah mengakibatkan banyak warga Palestina mengungsi ke negara-negara tetangga seperti contohnya Libanon. Mereka mencari suaka politik setelah mengalami intimidasi yang luar biasa dan tidak manusiawi dari tentara Israel.

Executive manager of Al-Imam Al Shatiby Association, Sheikh Dr. Mahmoud Ahmad Samhoun menjelaskan jumlah pengungsi sebanyak 950 ribu warga Palestina yang terusir dari tahun 1948, dan sekitar 495 jiwa mengungsi di Libanon.

“Akan tetapi ada pula yang tidak terdaftar di Pemerintahan Libanon, sekitar 140 ribu jiwa yang saat ini tinggal di 12 titik dan tersebar di beberapa yang tidak resmi,” ungkapnya dalam Media Gathering Adara Relief, di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2022).

Ditambahkan Sheikh Mahmoud, sebenanrya tidak ada data statistik yang pasti, menurut data  Kementrian Dalam Negeri maupun UNRWA berbeda.

Ada sekitar 4000 pengungsi yang tidak ada identitasnya dan mereka ini tidak mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara.

Di Libanon ada 28 titik layanan kesehatan namun mereka tidak dapat memberikan layanannya kepada pengungsi yang tidak terdaftar tadi, dan di setiap sudut ada pula penjagaan dan tidak diperbolehkan untuk membangun infrastruktur.

“Sebagai manusia mereka tidak mendapatkan haknya dari sisi ekonomi dan sosial, kesehatan, dan lainnya,” sambungnya.

Kemudian dari sisi pengangguran, Sheikh Mahmoud Ahmad Samhoun menjelaskan ada 70 jenis pekerjaan untuk pengungsi Palestina di Libanon yang dilarang, misalnya wartawan, dokter, dan lainnya. Selain itu pula krisis pengangguran terus meningkat dari 56 persen menjadi 66,4 persen menurut data terbaru.

Kondisi pengungsi di libanon yang mengalami krisis kemanusiaan mereka punya harapan agar mendapatkan haknya secara utuh. Dan ini ada berita gembira masyarakat Indonesia memiliki andil besar terhadap pengungsi Libanon, dan salah satu kembaga membantu krisis kemanussian palestina di Libanon adalah Adara Relief.

“Ini adalah pengakuan juga dari beberapa NGO lainnnya, Adara membantu krisis kemanusiaan dari kisis ekonomi sosial, kemanusian untuk pengungsi Palestina di Libanon, dan Adara hadir pula di tengah masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Advertisement