Penglihatan Terganggu, Wanita Ini Nekat Panjat Pohon Jati Demi Sesuap Nasi

kemiskinan
Foto Dok Kusumae Arie

JAKARTA – Ketika seorang netizen datang Temu harus dipapah. Wanita tua asal Sidowayah, Ponorogo, Jawa Timur itu harus dibantu berjalan akibat kondisinya yang lemah. Temu mesti dipapah menuju dokter lantaran lokasi rumahnya yang cukup jauh dari jalan raya.

Dalam kesehariannya Temu sudah akrab dengan belitan ekonomi yang mencengkram kehidupannya. Sehari-hari Temu merupakan pencari daun jati demi bisa mendapatkan sesuap nasi meski penglihatannya terganggu.Selain diakun facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo, kisah soal Temu juga dibagikan di grup Komunikasi Peduli Sosial.

Dalam hidupnya Temu memiliki seorang anak berkebutuhan khusus dan seorang ibu yang mengidap stroke.

“Ini adalah nenek Temu dari Sidowayah.Kronologi kehidupannya setiap hari adalah sebagai pencari daun jati dengan keadaan yang maaf buta. Dia memanjat pohon jati demi sesuap nasi agar dia dan anak semata wayangnya tidak kelaparan dan yang lebih ironisnya lagi, anaknya itu maaf ganguan jiwa. Alhamdulillah kemaren saya dan dulor lainnya mendatangi tempat kediamannya mbah Temu untuk membawa berobat ke tempat dr Gogot spesialis mata,” ujar netizen bernaa Kusumae Arie yang membagikan cerita temu ke akun grup Komunikasi Peduli Sosial.

Guna mengakses rumahnya, setidaknya Kusumae harus membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.Tapi hal tersebut tak dijadikan hambatan bagi Kusumae untuk membantu Temu.Lebih memprihatinkan dari Temu ada sang ibundanya. Berusia 115 tahun ibunda Temu mengidap stroke, lemah tak berdaya hidup di dalam rumah yang sederhana.

Kusumae menuturkan bahwa Temu didiagnosa dokter mengalami glaukoma akut. Menurutnya, sudah banyak bantuan dari media sosial yang diberikan untuk mbah Temu, tetapi belum ada yang mengusahakan untuk penyembuhan matanya.

“Makanya kemarin kita mengondisikan dengan teman-teman kemudian berkomunikasi dengan dokter Gogot akirnya kemarin kita bawa ke klinik dan untuk sementara kata dokter Gogot diobati dulu,” kata Kusumae

Advertisement