Cabai Kriting Penyambung Hidup Mahmud

cabai
Mahmud saat berjualan cabai. foto dok nbl.kr

JAKARTA – Pagi-pagi buta Mahmud sudah harus menerjang kabut tipis Kota Bogor. Demi sesuap nasi kakek berusia 65 tahun itu mesti berangkat ke Ibu Kota. Beralaskan sandal jepit ia segera menumpang Bus.

Di Jakarta Mahmud bukan seorang pekerja kantoran. Sambil memabawa kresek hitam Mahmud segera menggelar lapaknya. Mahmud merupakan lansia penjual cabai merah kriting eceran.

Di usianya yang tak lagi muda, Mahmud harus tetap bekerja. setiap hari Kakek yang hidup sebatang kara itu membuka lapak di seberang Gereja Lahairoi, Cijantung, Jakarta Timur.

Kisah hidup Mahmud kemudian diviralkan oleh netizen bernama nbl.kr di akun instagramnya. Disebutkan bahwa Mahmud merupakan pribadi yang tangguh. Setiap hari Mahmud pergi berjualan sekitar jam 3 pagi. Sesampai di Jakarta pukul 5 subuh lalu berjualan hingga jam 12 siang.

Disebutkan pula bahwa Mahmud tinggal di kontrakannya di daerah Bogor seorang diri. Belum diketahui dimana keluarga atau anak istri Mahmud berada.

“Untuk kawan-kawan yang biasa lewat sekitar Cijantung atau yang lagi bingung cari cabai keriting buat keperluan dapur ibu, bude, bule, nenek atau istrinya silahkan mampir. Semoga kakek Mahmud yang memilih berjualan ketimbang ngemis ini diberi kemudahan di setiap ujiannya, diberi rezeki yang halal dan dipanjangkan usianya,” tulis nbl.kr dalam postingannya.

Advertisement