JAKARTA – Daun-daun pisang itu ditumpuk rapih.Diikat dengan tali bambu lalu dibawa membelah pagi buta menuju Pasar Lontar, Jakarta Utara. Oleh Warti (80) daun-daun tersebut lantas dijejer dimeja kayu sederhana. Dengan penuh harapan Warti menunggu pembeli.
Warti merupakan nenek penjual daun pisang yang fisiknya bisa dikatakan tak lagi sempurna. Warga jalan manggar Rt 003, Rw 011 Kelurahan Tugu, Jakarta Utara itu mengalami gangguan penglihatan. Dibutuhkan kejujuran bagi setiap konsumen yang membeli daun pisang Warti.
Warti memiliki seorang anak yang berprovesi sebagai tukang becak namun ia lebih memilih tinggal dengan keponakannya karena takut merepotkan.Menurut Galang Ndah netizen yang membagikan cerita Warti diakun facebooknya Warti telah ditinggal suami meninggal dunia.
Dalam foto yang dimuat Galang, Warti terlihat kelelahan. Wajahnya capai hingga disandarkan ke meja kayu. Sedangkan menurut Syarif Hidayatullah Ashidiq tetangga Warti yang ikut mengomentari postinga Galang mengatakan bahwa Warti merupakan sepuh kawasan Tugu.
Lanjut Syarif, meski penglihatan Warti terganggu hebatnya ia masih bisa membedakan lembaran uang berdasarkan nominal.Kisah hidup Warti juga ikut diposting oleh laman facebook Ketimbang Ngemis Jakarta (KNJ) yang langsung disukai oleh 211 netizen.





