PONOROGO – Ikhtiar sorang Sujinah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) berusia 60 tahun, patutu diacungi jempol, karena setelah ia berusaha menabung selama 45 tahun, akhirnya ia adapat berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Dituturkan Sujinah, ia menjadi pembantu mulai umur 12 tahun, dan memiliki keinginan naik haji usia 15 tahun, dan sejak itu ia menitipkan gaji kepada majikan dan bilang kalau gajinya diniatkan untuk mendaftar haji.
Meski dalam menyisihkan gajinya, perempuan asli Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo ini juga sering menemui kesulitan, sehingga niat mulianya harus mundur-mundur terus, akhirnya ia bisa melenggangkan niat untuk melihat Kubah Suci itu pada usia 15 tahun, karena bisa menemukan seorang majikan yang baik hati, yakni Sukarminah, tinggal di kawasan Keputih, Sukolilo, Surabaya.
“Seiring berjalannya waktu, selama 10 tahun mengumpulkan uang tapi harus diudur lagi niat saya karena ada saudara yang meminjam uang. Akhirnya saya pinjamkan karena alasannya untuk keperluan keluarga,” paparnya.
Meski begitu, hal tersebut tak menyurutkan niat baiknya bisa beribadah ke Makkah. Dan harus mulai menabung lagi dari awal. Ternyata saat usia ke 25 tahun itu, niat baiknya diijabah oleh Allah SWT, sehingga mendapatkan dukungan dari majikan.
“Awalnya saya menitipkan uang sebesar Rp700 ribu kepada ibu Sukarminah. Dan Alhamdulillah ibu mendukung sehingga keperluan untuk makan dan sehari-hari saya di tanggungnya,” kisahnya.
Hikmah hidup yang dijalaninya deangan susah payah bisa dirasakan oleh Sujinah dan akhirnya wanita yang berpawakan kecil ini bisa terbang ke tanah suci bersama KBIH Muhammadiyah Surabaya. Sujinah tergabung pada kloter (kelompok terbang) 6.
Dengan kegigihan yang dapat memotifasi semua orang, akhirnya Sujinah juga mendapatkan santunan dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Santunan tersebut langsung diberikan oleh Rektor UM Surabay Dr. dr. Sukadiono, MM.
“Kita berikan sedikit sumbangsih kepada ibu Sujinah karena dengan kegigihan dan ketabahannya menanti panggilan rukun Iman ke lima. Kisah yang dilaluinya bisa menjadi teladan bagi kita semua,” tandas Sukadiono yang juga sebagai pembimbing rombongan haji KBIH Muhammadiyah Surabaya, dilansir beritajatim.





