Tiga Prajurit Gugur, TNI Dalami Data Black Box Heli Karhutla

JAKARTA, KBKNEWS.id – Penemuan kotak hitam atau black box helikopter Mi-17 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah, menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan kecelakaan yang menewaskan tiga prajurit TNI Angkatan Darat.

TNI kini mendalami data penerbangan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan faktor yang menyebabkan helikopter mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, black box diharapkan menyimpan informasi penting mengenai kondisi penerbangan serta komunikasi di dalam kokpit sebelum helikopter jatuh.

Tim investigasi masih mengumpulkan dan menganalisis berbagai bukti untuk menyusun kronologi kejadian. TNI juga meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan agar kesimpulan yang disampaikan nantinya berdasarkan fakta.

Kecelakaan helikopter Mi-17V5 itu terjadi pada Rabu (4/11/2026). Sebelum insiden, helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Namun, saat melakukan pengambilan air laut untuk operasi water bombing, helikopter tersebut mengalami kecelakaan.

Tiga prajurit TNI AD gugur dalam peristiwa itu, yakni Sertu (Anumerta) Heri, Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, dan Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio. Sementara itu, lima orang lainnya selamat dan menjalani perawatan di RS Kuala Pembuang.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here