
PENGAMANAN bagi kepala daerah terhadap ancaman Covid-19 tentunya jauh lebih baik ketimbang masyarakat awam , namun nyatanya sudah 48 kepala daerah terpapar, 33 diantaranya sembuh, tujuh dalam perawatan dan delapan meninggal.
Yang masih dalam perawatan: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Riau Syamsuar, Wagub DKI Jakarta A. Riza Patria, Wali Kota Depok M. Idris, Walikota Malang Sutiaji, Wakil Walikota Probolinggo HMS Subri dan Bupati Jombang Mundjidah Wahab.
Sementara kepala daerah yang meninggal terinfeksi Covid-19: Walikota Tg. Pinang, Walikota Banjarbaru Najmi Andhani, Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, Bupati Berau H. Muharram, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Plt Bupati Sidoarjo Nur A Syafuddin dan Wabup Way Kanan Edward Antony.
Mengingat penyebaran Covid-19 belum terkendali, bahkan pertambahan kasus harian relatif terus melonjak, belum sampai puncaknya, dikhawatirkan roda pemerintahan dan layanan umum terganggu.
Tugas Kepala daerah dan wakil kepala daerah tentu semakin berat karena tidak hanya memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah an pelayanan publik tetap berjalan, tetapi mereka juga memegang posisi kunci pengendalian Covid-19 di wilayah masing-masing.
Sementara Guru Besar IPDN Djohermansay mendorong agar pemerintah pusat segera menyusun pedoman protokol kesehatan khusus bagi pimpinan daerah.
“Mencegah pimpinan daerah terpapar Covid-19 penting karena peran mereka strategis, memimpin penyelenggaraan pemerintah daerah serta menanggulangi Covid-19.




