500 KK Penduduk 9 Desa di Merangin Masih Mengungsi karena Banjir

ilustrasi

JAMBI – Jika di Monas, Jakarta, kebanjiran manusia dalam Aksi Bela Islam III, di sembilan desa, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sebanyak 500 kepala keluarga (KK) hingga Jumat (2/12/2016) justru masih mengungsi karena banjir air yang melanda kesembilan desa tersebut.

Sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga mereka di desa lain karena tidak ada tenda pengungsian di sekitar desa. Banjir di sembilan desa, enam kecamatan tersebut juga membuat aktivitas warga masyarakat lumpuh dan sekolah diliburkan.

Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein di Merangin, Jambi, Jumat (2/12) menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin sudah mendrikan tenda-tenda pengungsi di beberapa lokasi di sembilan desa yang terkena banjir. Sebagian warga dievakuasi ke rumah ibadah dan sekolah yang masih aman dari banjir. Kemudian BPBD Merangin juga sudah menyalurkan bantuan beras, ikan sarden, mi instan, dan obat-obatan kepada pengungsi.

“Banjir terparah di sembilan desa di Merangin terjadi di Desa Lubuk Bumbum, Kecamatan Tabir. Lebih 100-an rumah warga di desa itu terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Karena itu sebagian seluruh warga desa mengungsi. Namun warga desa yang mengungsi sudah mendapatkan bantuan makanan dan obat-obatan,”katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Arief Munandar menjelaskan, banjir di Provinsi Jambi saat ini terjadi di Kabupaten Merangin, Bungo, Batanghari, Muarojambi, dan Kota Jambi. Banjir akibat luapan Sungai Batanghari dan anak-anak sungai di daerah itu disebabkan hujan deras yang terjadi dari hulu hingga hilir Sungai Batanghari.

Menurut Arief Munandar, banjir yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Jambi satu bulan terakhir telah merendam sekitar 2.000 unit rumah warga. Kemudian banjir juga mengakibatkan lebih 300 hektare tanaman pangan puso dan berbagai fasilitas umum, seperti jalan, dan jembatan rusak.

“Banjir di Jambi diperkirakan masih terjadi hingga Januari 2017 karena berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, curah hujan di Jambi masih tinggi hingga Januari mendatang, Karena itu Jambi tetap siaga banjir hingga awal tahun mendatang,” katanya seperti dikutip Beritasatu..

Advertisement