JAKARTA, KBKNEWS.id – Ayi Solehudin (45), warga Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, menjadi perhatian publik setelah ditemukan dalam kondisi lemah di lereng Gunung Salak, Sukabumi.
Penemuan itu mengakhiri pencarian keluarga yang telah kehilangan jejak Ayi selama sekitar 2,5 tahun.
Kisah Ayi pertama kali ramai diperbincangkan setelah video proses evakuasinya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat sangat lemas saat ditemukan warga di kawasan sungai wilayah Cipari Girang, Desa Cisaat, pada 25 Mei 2026.
Saat ditemukan, kondisi Ayi sangat memprihatinkan. Tubuhnya tampak kurus, lemas, dan sulit diajak berkomunikasi.
Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB) yang ikut mengevakuasi menyebut Ayi terlihat linglung dan mengalami kelelahan ekstrem.
“Pas ketemu di gunung, dia seperti syok karena ditemui banyak orang. Diajak komunikasi juga agak susah, seperti orang linglung,” kata relawan ASB, Muh Irfan Maulana.
Karena tidak membawa identitas, relawan membawa Ayi ke kantor Kecamatan Cicurug untuk proses identifikasi. Melalui pemindaian retina dan sidik jari, identitasnya akhirnya terungkap dan keluarga segera dihubungi.
Kakak Ayi, Ujang Sulaeman, mengatakan adiknya memang telah menghilang selama sekitar 2,5 tahun. Sebelum hilang, Ayi tinggal bersama anak sulungnya. Namun suatu hari ia pergi dan tidak kembali seperti biasanya.
Menurut keluarga, Ayi telah mengalami gangguan kejiwaan selama beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuatnya kerap berbicara sendiri dan berjalan tanpa tujuan hingga berpindah-pindah daerah di Jawa Barat.
“Karena berbagai permasalahan pribadi, jadinya mengalami gangguan kejiwaan. Gejalanya sudah sejak lima tahun lalu dan semakin parah sekitar empat tahun terakhir,” ujar Ujang, dilansir detikcom.
Keluarga menduga Ayi telah cukup lama berada di kawasan Gunung Salak. Saat ditemukan, berat badannya jauh menurun dibanding sebelum menghilang, diduga akibat kekurangan makanan selama berada di hutan.
Setelah dievakuasi secara dramatis menggunakan tandu darurat yang dirakit warga dan relawan, Ayi akhirnya kembali ke rumah keluarganya di Cianjur.
Meski masih dalam kondisi lemah, keluarganya menyebut kondisi Ayi kini mulai membaik dan menjalani pemulihan bersama keluarga.





