55 Juta Penduduk Pantura Berada dalam Zona Rawan Banjir Rob

Ilustrasi banjir rob

JAKARTA, KBKNEWS.id – Ancaman banjir rob di kawasan Pantai Utara Jawa semakin menjadi perhatian dan wilayah pesisir yang membentang di sejumlah kota dan kabupaten itu kini menghadapi risiko besar akibat kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah yang terus terjadi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut sekitar 55 juta warga yang tinggal di 20 kabupaten dan lima kota di Pantura berada dalam ancaman resiko rob.

Kawasan tersebut juga memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional dengan sumbangan sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sejumlah teknologi perlindungan pesisir.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan inovasi yang disiapkan meliputi tanggul modular multifungsi, blok beton pelindung pantai, hingga sistem pemecah ombak otomatis yang dirancang lebih stabil dan efisien.

Teknologi breakwater buatan BRIN disebut sudah diterapkan di berbagai wilayah pesisir seperti Nusa Penida, Tuban, Pacitan, Sanur, dan Nias. Selain berfungsi meredam gelombang laut, beberapa sistem juga dirancang memiliki fungsi tambahan seperti jalur transportasi dan pembangkit energi mandiri.

BRIN turut mengembangkan pendekatan hybrid eco-engineering, yakni kombinasi teknologi rekayasa dan solusi berbasis alam guna memperkuat perlindungan pantai sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

Menurut Arif, sebagian besar teknologi tersebut menggunakan komponen dalam negeri dengan tingkat TKDN lebih dari 70 persen.

Sementara itu, Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) tengah menyusun rencana induk perlindungan Pantura bersama berbagai kementerian, universitas, dan tenaga ahli untuk menentukan sistem perlindungan pesisir jangka panjang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here