GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dua warga Palestina di Jalur Gaza telah dibunuh oleh pasukan Israel selama demonstrasi atas keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (22/12/2017)Â bahwa dua orang Palestina terbunuh dan lebih dari 70 lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Gaza utara di dekat perbatasan dengan Israel.
Menurut media berita setempat, Zakariya al-Kafarneh berusia 24 tahun dibunuh oleh amunisi langsung saat mengambil bagian dalam demonstrasi tersebut.
Nama orang Palestina kedua yang tewas tidak diketahui.
Kantor berita Maan mengatakan tentara Israel menggunakan peluru hidup, gas air mata dan granat setrum melawan pemrotes Palestina, yang telah berkumpul untuk demonstrasi demonstrasi Jumat ketiga sejak Trump mengumumkan keputusannya pada awal Desember.
Sedikitnya 103 warga Palestina telah dibawa ke rumah sakit di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki pada hari Jumat untuk perawatan karena luka-luka akibat protes, kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.
Pekan lalu, tentara Israel membunuh orang yang diamputasi ganda Palestina, Ibrahim Abu Thurayyah, saat dia melakukan demonstrasi di wilayah yang terkepung tersebut.
Sedikitnya delapan orang Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel selama demonstrasi karena keputusan Trump di Yerusalem dimulai.
Empat orang juga telah terbunuh oleh serangan udara Israel di Gaza sejak awal Desember.





