Ilustrasi Kondisi Ghouta Timur saat tenang dalam gencatan senjata/ Sputnik
GHOUTA TIMUR – Kepala hak asasi manusia PBB telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Ghouta Timur Suriah merupakan kejahatan perang.
“Saya harus menekankan bahwa apa yang kita lihat, di Ghouta Timur dan tempat lain di Suriah, kemungkinan adalah kejahatan perang, dan berpotensi, kejahatan terhadap kemanusiaan,” Zeid Ra’ad al-Hussein mengatakan pada sebuah pertemuan darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB. “Pelaku kejahatan ini harus tahu bahwa mereka diidentifikasi, bahwa berkas sedang dibangun dengan maksud untuk dituntut, dan bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan,” tambahnya, dilansir Aljazeera, Minggu (4/3/2018).
Komentarnya muncul saat sekitar 400.000 warga sipil yang terjebak di daerah yang dikuasai pemberontak yang dikepung pemberontak Damaskus dikenai kampanye pemboman oleh pemerintah Suriah dan pesawat tempur Rusia, yang telah menewaskan setidaknya 674 orang dan melukai ratusan lainnya hanya dua minggu, menurut White Kelompok relawan Helm. Hussein mengatakan bahwa warga sipil “dituntut untuk tunduk atau mati” dalam serangan pemerintah Suriah dan bahwa bantuan dicegah untuk memasuki wilayah tersebut.