DHAKA – Pemerintahan transisi Bangladesh pada Selasa (24/9/2024), mengonfirmasi bahwa setidaknya 708 orang tewas dalam demonstrasi menentang rezim Perdana Menteri Sheikh Hasina yang berujung kerusuhan pada Juli dan Agustus lalu.
Aksi protes besar yang dipimpin oleh mahasiswa Bangladesh ini berhasil mengakhiri 15 tahun pemerintahan Hasina, yang melarikan diri ke luar negeri pada 5 Agustus di tengah meningkatnya kerusuhan di Dhaka dan sekitar kediamannya.
Setelah Hasina pergi, Muhammad Yunus, satu-satunya penerima Nobel dari Bangladesh, diangkat sebagai kepala pemerintahan transisi. Yunus berjanji akan mengumumkan daftar korban tewas selama masa demonstrasi di bawah kepemimpinannya.
Sebagian besar korban yang tercatat dalam daftar tersebut adalah warga sipil, namun beberapa anggota kepolisian juga dilaporkan tewas, sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, Umme Habiba.
Daftar korban tersebut dapat diakses oleh masyarakat hingga 6 Oktober 2024, memberikan kesempatan bagi keluarga dan perwakilan korban untuk memverifikasi atau memperbarui informasi terkait nama, alamat, serta rincian lainnya yang perlu direvisi.





