7,9 Juta Warga Ibukota akan Divaksinasi

Ilustrasi Sekitar 7,9 juta warga DKI Jakarta akan divaksin agar tercipta imunitas kolektif. Vaksinasi tahap pertama yang dimulai, Kamis(14/1) diprioritaskan bagi dokter dan nakes lainnya.

KEPALA  Dinas Kesehatan DKI Jakara Widyastuti mengatakan 7,9 juta warga di Ibu Kota dalam kelompok usia antara 18 hingga 59 tahun secara bertahap akan disuntik vaksin agar imun terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Ke depannya, bukan hanya tenaga kesehatan saja, tetapi kelompok masyarakat lain dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun yang semuanya berjumlah sekitar 7,9 juta jiwa akan divaksinasi.

Program vaksinasi akan dilakukan terhadap 181 juta orang atau 70 persen penduduk Indonesia agar tercipta imunitas kolektif (herd immunity) sehingga seluruh penduduk (sekitar 260 juta) terbebas dari Covid-19.

Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta, imunitas kolektif bisa diwujudkan jika 7,9 juta dari seluruhnya sekitar 11  juta warga ibukota menerima suntikan vaksinasi. Pada tahap awal, prioritas vaksinasi akan diberikan pada tenaga kesehatan.

Setelah dpiroritaskan bagi nakes terutama para dokter yang berada di garda terdepan perang melawan Covid-19 lalu disusul petugas layanan publik dan kemudian kelompok rentan secara geospasial dan ekonomi sekitar tiga juta orang ditambah 980.000 lansia  dengan persyaratan tertentu.

Penerima pertama kelompok tenaga kesehatan (130.000 orang), lalu 500.000 petigas layanan publik, kemudian sekitar tiga juta kelompok masyarakatyang rentan secarageospasial dan ekonomi, dan dua juta kelompok  usaha dan lansia.

Menurut Widyastuti, target program vaksinasi kali ini adalah  terbanyak yang pernah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, mengingat yang pernah dilakukan sebelumnya hanya meyasar dua juta orang.

Untuk itu ia berharap terjalinnya koordinasi dan kolaborasi yang baik  antara pemda dengan pihak swasta, BUMN, TNI, Polri bersama-sama menyukseskan,” ucapnya.

Diperlukan antara 15 sampai 16 juta vaksin untuk 7,9 juta warga DKI Jakarta yang akan disuntik vaksin sebanyak dua kali selang 14 hari.

“Jadi kalau kita hitung 7,9 juta sasaran kita kalau memang semua vaksin adalah dua dosis mungkin sekitar 15-16 juta dosis yang dibutuhkan di DKI Jakarta,” jelasnya.

Sejauh ini sudah tiba tiga juta dosis vaksin Sinovac dari China, 45 juta vaksin lagi dalam bentuk curah yang akan diproses oleh PT Bio Farma Bandung, sedangakan vaksin lainnya yakni Novavax dan  Pfizer (AS),  AstraZeneca (Inggeris) dan Covac (konsorsium WHO dan Gavi).

Suntikan vaksin dilakukan dua kali untuk tiap penerima vaksin, dengan selang waktu sekitar dua minggu.

Program vaksinasi di wilayah DKI Jakarta telah dilakukan sejak Kamis (14/1) di lima wilayah ibukota sesuai urutan prioritas penerima yang diatur sebelumnya. Vaksinasi dilakukan di 44 puskesmas yang telah terakreditasi dan 488 fasilitas layanan kesehatan (RS TNI dan Polri, RS Swasa dan Klinik.

Sekitar 426 juta dosis vaksin termasuk cadangan untk disuntikkan ada 182 juta penduduk Indonesia (dua kali suntikan) diharapkan sudah tiba seluruhnya akhir Desember tahun ini.

 

 

 

 

 

 

 

Menurut Widyastuti, target program vaksinasi kali ini adalah  terbanyak yang pernah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, mengingat yang pernah dilakukan sebelumnya hanya meyasar dua juta orang.

Untuk itu ia berharap terjalinnya koordinasi dan kolaborasi yang baik  antara pemda dengan pihak swasta, BUMN, TNI, Polri bersama-sama menyukseskan,” ucapnya.

Diperlukan antara 15 sampai 16 juta vaksin untuk 7,9 juta warga DKI Jakarta yang akan disuntik vaksin sebanyak dua kali selang 14 hari.

“Jadi kalau kita hitung 7,9 juta sasaran kita kalau memang semua vaksin adalah dua dosis mungkin sekitar 15-16 juta dosis yang dibutuhkan di DKI Jakarta,” jelasnya.

Sejauh ini sudah tiba tiga juta dosis vaksin Sinovac dari China, 45 juta vaksin lagi dalam bentuk curah yang akan diproses oleh PT Bio Farma Bandung, sedangakan vaksin lainnya yakni Novavax dan  Pfizer (AS),  AstraZeneca (Inggeris) dan Covac (konsorsium WHO dan Gavi).

Suntikan vaksin dilakukan dua kali untuk tiap penerima vaksin, dengan selang waktu sekitar dua minggu.

Program vaksinasi di wilayah DKI Jakarta telah dilakukan sejak Kamis (14/1) di lima wilayah ibukota sesuai urutan prioritas penerima yang diatur sebelumnya. Vaksinasi dilakukan di 44 puskesmas yang telah terakreditasi dan 488 fasilitas layanan kesehatan (RS TNI dan Polri, RS Swasa dan Klinik.

Sekitar 426 juta dosis vaksin termasuk cadangan untk disuntikkan ada 182 juta penduduk Indonesia (dua kali suntikan) diharapkan sudah tiba seluruhnya akhir Desember tahun ini.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement