8 Bulan di Pengungsian, Korban Banjir Garut Mengeluh Jenuh

Ilustrasi pembangunan rumah di Garut untuk korban banjir bandang

GARUT – Selama delapan bulan menempati ruangan berukuran 4×6 meter di pengungsian, sejumlah korban banjir bandang Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, mengeluh jenuh.

Korban banjir bandang yang tinggal di tempat pengungsian sejak September 2016 mengharapkan pemerintah untuk segera menyelesaikan pembangunan rumah bagi korban banjir.

“Kami sudah jenuh karena aktivitas di sini tidak sama jika tinggal di rumah sendiri,” kata Atih (45) pengungsi yang tinggal di Gedung Islamic Centre, Garut Kota, Rabu (24/5/2017).

Ia menuturkan, sudah hampir delapan bulan menempati ruangan berukuran 4×6 meter bersama suami dan empat anaknya di sebuah gedung. Atih bersama ratusan pengungsi lainnya belum mengetahui sampai kapan bertahan di tempat pengungsian, maupun pindah ke rumah baru yang dibangun pemerintah.

“Sampai sekarang belum tahu kapan pindahnya, belum ada kepastian,” kata warga Kikisik, Desa Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul daerah yang terdampak banjir luapan Sungai Cimanuk.

Ia menyampaikan harapan bantuan rumah, karena rumahnya rusak diterjang banjir, bahkan harta berharga lainnya juga hanyut terbawa banjir. Atih bersama keluarganya tidak punya pilihan untuk menghilangkan kejenuhan, selain tetap bertahan di tempat pengungsian, apalagi jika harus ke tolitet dan mengantri lama.

Sementara itu Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Garut, Miman, mengungkapkan rumah tapak untuk korban banjir bandang di Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan dan Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, segera selesai, sehingga secepatnya dapat ditempati korban yang selama ini tinggal di pengungsian.

“Di Kelurahan Lengkong Jaya sedang dibangun 127 unit, di Kelurahan Sukagalih sebanyak 28 unit sebentar lagi selesai,” katanya, dilansir Antara.

Ia menuturkan, Pemerintah Kabupaten Garut, Provinsi maupun Pusat dan pihak bukan pemerintah telah menyiapkan bantuan untuk pembangunan rumah bagi korban banjir bandang Garut.

Ia menyebutkan, ada tiga lokasi yang disediakan Pemerintah Kabupaten Garut untuk membangun rumah tapak dan rumah susun (rusun) yang cukup untuk korban banjir.

“Dari tiga lokasi itu, satu di antaranya akan dibangun dua unit tower rusun,” katanya.

Advertisement