Iran Tutup Lagi Selat Hormuz

Iran kembali menutup kembali jalur laut strategis Selat Hormuz, Sabtu (20/6) gegara Israel membombardir Lebanon selatan lagi.

JAKARTA – (KBKNEWS) – 21/6-  IRAN menutup kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz, Sabtu (20/6), menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Lebanon bagian selatan.

Teheran menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut.

“Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal,” demikian pernyataan tegas komando militer pusat Iran, dikutip dari AFP.

Disebutkan sejumlah alasan, yakni pelanggaran kontrak oleh AS, serta pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus dan tanpa henti oleh Israel di Lebanon selatan.

Padahal, selat yang menjadi jalur krusial bagi pengiriman minyak dan gas dunia ini sempat dibuka kembali dalam beberapa hari terakhir, setelah Teheran mencapai kesepakatan awal dengan Washington.

Sebelumnya, blokade Iran di selat tersebut selama perang memicu guncangan hebat pada pasar energi global.

Dampak eskalasi ini juga membuat kelanjutan pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss—yang semula dijadwalkan, Jumat (19/6)—terpaksa ditunda tanpa batas waktu.

Penundaan terjadi setelah Israel melancarkan serangkaian serangan mematikan menyusul tewasnya empat tentara mereka dalam pertempuran.

Gencatan senjata singkat
Sebelum ketegangan yang terjadi Sabtu pecah, pejabat AS sebenarnya mengumumkan kesepakatan gencatan senjata baru antara Israel dan Hizbullah, Jumat sore, yang dimediasi oleh AS dan Qatar.

Duta Besar Israel untuk Washington bahkan sempat menyatakan, pihak mereka akan menghormati gencatan senjata jika Hizbullah melakukannya, namun, situasi di lapangan berbanding terbalik keesokan harinya.

Pejabat militer Israel mengeklaim, pihaknya terpaksa melancarkan serangan baru karena kelompok yang didukung Iran itu meluncurkan lebih dari 50 proyektil ke pasukan Israel di Lebanon selatan sepanjang malam.

Di sisi lain, Hizbullah membantah dan justru menuduh balik Israel memanfaatkan momentum tersebut untuk menekan posisi mereka.

Hizbullah menyatakan, Israel di bawah perlindungan gencatan senjata melakukan upaya infiltrasi menuju perbukitan Ali Taher, kawasan strategis yang menghadap ke Kota Nabatieh.

Padahal, poin utama dari kesepakatan tersebut adalah menghentikan perang regional yang lebih luas di semua lini, termasuk di Lebanon yang menjadi tuntutan utama pihak Teheran.

Di balik kesepakatan damai yang sudah diteken, agaknya masing-masing berupaya mendapatkan kemenangan, jika tidak sacara militer, di ranah politik, termasuk juga dukungan di dalam negeri. (AFP/kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here