KUNINGAN – Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengatakan krisis air di Kuningan, Jawa Barat semakin meluas.
Sejak 9 Agustus 2019 hingga 7 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB, ada 10.626 jiwa dari 11 desa di enam kecamatan yang terdampak.
Sebelas desa yang kini kekurangan air bersih itu masing-masing Desa Cihanjaro, Simpayjaya, dan Sukasari di Kecamatan Karangkancana, Desa Cileuya dan Cimahi di Kecamatan Cimahi, Desa Baok di Kecamatan Ciwaru, Desa Kawungsari dan Cibulan Kecamatan Cibeureum, Desa Cibulan dan Legok di Kecamatan Cidahu, serta Desa Kertawana dan Kalimanggis Wetan di Kecamatan Kalimanggis.
“Tercatat 10.626 jiwa atau 3.447 kepala keluarga (KK) di enam kecamatan itu yang terdampak kekurangan air bersih,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, dilansir Ayobandung.com.
BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih. Sejauh ini, sudah 1,024 juta liter air bersih yang disalurkan ke enam desa.
Dari jumlah itu, air bersih terbanyak disalurkan bagi warga di Desa Simpayjaya sebanyak 287 ribu liter, Desa Cihanjaro 282 ribu liter, Desa Cileuya 228 ribu liter, dan Desa Sukasari 149 ribu liter.
Agus mengatakan bantuan air bersih itu, bukan hanya dari BPBD Kuningan, melainkan pula dari pihak lain, seperti Ponpes Husnul Khotimah Kuningan, PDAM, Baznas AMCF, Polres Kuningan, PMI, AS Putra, JKR, KIS, dan Korpri.
Masyarakat Kabupaten Kuningan juga diajak melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan. Bupati Kuningan, Acep Purnama beserta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan menggelar salat Istisqa pada Selasa (8/10/2019).





