BANGKA BELITUNG – Rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 ditutup dengan penandatangan kesepakatan bersama antara Dompet Dhuafa dan BNPB dalam berkomitmen menanggulangi bencana di Indonesia.
Ahmad Shonhaji, selaku Direktur Dakwah Layanan Masyarakat Dompet Dhuafa, di sela penandatanganan MoU tersebut, di Novotel Bangka Hotel and Convention Center, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (13/10/2019), mengatakan Dompet Dhuafa sudah membuktikan kepada publik sebagai lembaga kemanusiaan yang aktif dan terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan.
“Baik aksi di dalam negeri maupun luar negeri. Karena itu, syukur Alhamdulillah terpanjat. Dalam hal ini, bekerja sama dengan BNPB, terjalin manis dengan MoU. Sebagai konsekuensi dan konsistensi Dompet Dhuafa dalam aksi-aksi respon kemanusiaan,” ujarnya.
Ditambahkannya, Dompet Dhuafa, melalui Disaster Management Center (DMC), selain melakukan mitigasi kebencanaan juga menjalankan tugas hingga tahap recovery. Karena bencana tidak hanya ramai di awal, tapi juga sentuhan bantuan butuh hingga masa pemulihan.
Bulan PRB kali ini mengusung tema “Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Ekosistem dan Investasi”. Harapannya melalui kegiatan tersebut, mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana berbasis riset teknologi dan kebudyaan.
“Ketika melakukan recovery atau pemulihan wilayah terdampak bencana, kami juga memperhatikan ekosistem dan budaya sebagai kearifan lokal setempat. Dengan kearifan lokal, kerja-kerja di amsa recovery akan semakin mudah dalam menjalankannya,” jelasnya, dilaporkan Fajar dari redaksi Dompet Dhuafa.
Akhir kata, dia menegaskan pihaknya akan meningkatkan lagi kapasitas tim DMC dan aspek-aspek lainnya, baik dalam aspek rescue hingga ke tahapan recovery.





