NAZARET (KBK) – Pasukan Israel, Ahad (28/2/2016) mulai melakukan manuver militer secara luas di kota Ashkelon, wilayah selatan Palestina terjajah tahun 1948. Manuver tersebut merupakan latihan simulasi kemungkinan operasi militer penyerbuan darat ke wilayah Palestina terutama Jalur Gaza.
Surat kabar Israel Yedeot Haronot mengutip dari jurubicara militer Israel mengatakan, “Latihan ini telah direncanakan sebelumnya dan akan berlangsung hingga hari Kamis mendatang. Latihan ini dilakukan di kawasan industri kota Ashkelon dan sekitarnya.”
Dia menyatakan bahwa di kawasan tersebut akan terjadi pergerakan aktivitas pasukan militer dan pesawat tempur yang disertai suara-suara ledakan.
Menurut kantor berita Arab “Quds Press”, latihan militer ini dilakukan dengan melibatkan pasukan reguler dan pasukan cadangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan persiapan tempur di kalangan pasukan Israel, untuk mengantisipasi segala situasi darurat untuk melindungi wilayah tersebut.
Latihan militer Izrael ini mensimulasikan serangan darat ke Jalur Gaza dan menghimpun semua informasi intelijen serta menghadapi terowongan-terowongan, yang mengakibatkan tewasnya sejumlah serdadu Israel selama agresi terakhir pada musim panas tahun 2014 lalu.
Latihan ini dilakukan di saat tersiar berita soal ketegangan yang terjadi akibat tersebarnya laporan yang menyatakan bahwa gerakan Hamas terus melakukan penggalian terowongan, menyusul pengaduan para pemukim Yahudi di daerah pinggiran Gaza yang mendengar suara-suara penggalian di bawah rumah-rumah mereka.
Selain itu, seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Senin (29/2/2016), latihan ini dilakukan setelah adanya peringatan yang dilontarkan para pejabat politik dan militer Israel akan kemungkinan terjadinya ledakan situasi di Jalur Gaza yang mengancam Israel akibat situasi ekonomi sulit yang dihadapi penduduk Gaza, di tengah-tengah berlanjutnya blokade dan penutupan gerbang Rafah oleh pihak otoritas Mesir.





