Virus Demam Babi Afrika Diduga Menyebar di Sumut

Ilustrasi

MEDAN – Ribuan hewan ternak babi di Sumut mendadak mati karena terjangkit virus hog cholera atau kolera babi dan menyebar di 11 Kabupaten dan Kota di Sumut.

Penyebab kematian babi itu diduga bukan hanya karena kolera babi, tapi juga terindikasi disebabkan wabah oleh African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia mengatakan saat ini telah dilakukan uji sampel terhadap babi yang mati. Namun, mereka belum bisa memastikan apakah wabah ASF telah menyerang hewan ternak babi yang ada di Sumut.

“Kami melakukan kepada jenis-jenis penyakit tersebut, sampai saat ini yang kami temukan positif adalah hog cholera. Namun, ketika kami melakukan pengujian terhadap African Swine Fever ada indikasi. Namun, indikasi ini masih diperlukan konfirmasi uji yang masih panjang untuk menetapkan ya atau tidak,” katanya di Medan, Kamis (7/11/2019).

Menurutnya sampai saat ini belum ada vaksin dan antibiotik untuk menyembuhkan virus ASF yang menjangkiti hewan ternak babi. Namun, virus ini belum masuk ke Indonesia meski penyebaran wabah tersebut telah memasuki wilayah Asia Timur hingga Asia Selatan.

“Indonesia belum terpapar penyakit ini. Namun, hasil uji kami ada indikasi bahwa penyakit ini bereaksi terhadap uji yang kami lakukan,” ujar Agustia, dikutip VOA.

Sementara itu Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi turut menanggapi ribuan hewan ternak babi yang mati lantaran diserang wabah virus kolera babi.

Menurutnya virus hog cholera yang menyerang ribuan hewan ternak babi di Sumut belum memasuki kategori krisis. Penyebaran virus tersebut masih terus ditangani dan terkendali, saat ini bantuan vaksin sedang dalam perjalanan.

“Masih terkendali. Kita sudah minta (vaksin) dibantu masih sifatnya nasional. Tidak sampai internasional,” kata Edy.

 

Advertisement