Puluhan Rumah di Kabupaten Subang Terendam Banjir

Ilustrasi/Ist

SUBANG-Akibat meluapnya Kali Sema di Kabupaten Subang, puluhan rumah di Dusun Kedunggede Kaler dan Kidul Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang, Senin (29/2) malam sampai Rabu (2/3) pagi tergenang banjir.

Ketinggian genangan air berbeda-beda, tetapi paling tinggi sempat mencapai 50 centimeter. Walaupun genangan air cukup tinggi, warga tak ada yang mengungsi. Mereka masih tetap bertahan dirumahnya masing-masing, dan beraktifitas seperti biasa.

Ketinggian air di pemukiman warga mulai surut Selasa pagi, tetapi hingga pukul 10.00 WIB genangan air masih terlihat disejumlah lokasi, mulai pekarangan rumah, ruas jalan maupun beberapa rumah. Sebagian warga yang genangan dirumahnya sudah surut mulai membereskan barang-barang. Sedangkan beberapa anak terlihat bermain di genangan air di jalan desa.

Popon warga Kedunggede Kaler mengatakan banjir yang menggenangi sejumlah rumah didaerahnya sudah sering terjadi. Malahan hampir setiap musim hujan, banyak rumah di dusunnya yang tergenang hingga masuk ke rumah. “Kalau hujannya lama tak berhenti, pasti air Kali Sema meluap dan masuk ke sejumlah rumah. Jalan juga tergenang, cuma tinggi rendahnya genangan air tergantung besar tidaknya hujan,” ujarnya.
Dikatakanya, walaupun aktifitasnya terganggu akibat genangan air, tetapi belum ada yang mengungsi. Sebab saat ini genangan air biasanya tak lama, hanya beberapa jam air sudah surut lagi. “Jadi kami masih bisa tinggal di rumah, paling barang-barang dipindah ke tempat tinggi di rumah,” ujarnya seperti diberitakan PR Online Rabu (2/3)

Kasi Bantuan Bencana Dinas Sosial Kabupaten Subang, Tito Purwanto membenarkan pihaknya sudah mendapat laporan dari kecamatan dan Desa terkait adanya pemukiman warga yang dilanda banjir.

Dikatakan Tito, dari informasi rumah warga yang tergenang banjir jumahnya sebanyak 50, lokasinya di Dusun Kedunggede Kaler dan Kidul Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan. Genangan airnya bervariasi, paling tinggi ada yang mencapai 50 – 60 centimeter. “Warga di sana belum ada yang mengungsi. Mungkin warga disana sudah terbiasa karena lokasi rumahnya dekat dengan Kali Sema, setiap ada hujan deras dipastikan cepat naik, dan cepat surut bila hujan reda,” katanya

Advertisement