IRAN – Amnesty International mengatakan 143 warga Iran tewas sejak protes dimulai awal November untuk menentang keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar.
Organisasi hak asasi manusia itu mengatakan bahwa mereka percaya jumlah korban jiwa sebenarnya lebih tinggi dan akan terus menyelidikinya.
Amnesty mendesak masyarakat internasional untuk mengutuk penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh pasukan keamanan Iran.
“Respon masyarakat internasional yang berhati-hati dan bisu terhadap pembunuhan para demonstran yang melanggar hukum sangat tidak cukup,” tegas organisasi itu.
Amnesty mengatakan dalam banyak kasus, pihak berwenang Iran menolak untuk mengembalikan jenazah para korban ke keluarga mereka.
“Sementara dalam beberapa kasus, pasukan keamanan telah memindahkan jenazah dari kamar mayat ke lokasi yang tidak diketahui,” tambahnya, dikutip Anadolu.
Menurut organisasi itu, penggunaan senjata api menjadi penyebab sebagian besar kematian.





