Iran Panggil Utusan Norwegia untuk Protes Pembakaran Al Quran

Ilustrasi
TEHERAN – Iran telah memanggil utusan Norwegia untuk menyuarakan protes keras atas pembakaran sebuah Al Quran di sebuah demonstrasi anti-Muslim di Norwegia.
Dalam hal ini Iran menyusul Pakistan untuk mengutuk ujaran kebencian dan perpecahan.

Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan pembakaran Al-Quran dapat memiliki “konsekuensi berbahaya dalam menyebarkan ekstremisme dan kekerasan,” dan bersikeras bahwa pelaku harus segera dihukum.

“Mustahil untuk menghina kepercayaan dan kesucian lebih dari 1,5 miliar Muslim di dunia dengan dalih kebebasan berekspresi,” ungkapnya, dilansir RT.

Sementara itu Utusan Norwegia, yang saat ini bertugas di Teheran sebagai pengganti seorang duta besar, mengatakan ia akan menyampaikan pesan itu ke Oslo, menambahkan bahwa pemerintahnya secara bulat menolak aksi tersebut, yang terjadi pada rapat umum politik di kota Kristiansand minggu lalu.

Pada rapat umum tersebut, Lars Thorsen, seorang pemimpin Stop Islamisasi Norwegia (SIAN), melemparkan salinan Alquran ke tong sampah dan berusaha membakar yang lain, memicu perselisihan dengan seorang pengunjuk rasa.

Insiden ini telah menimbulkan kontroversi online, terutama di Pakistan dan di tempat lain di dunia Muslim, di mana kontra-pemrotes telah digembar-gemborkan sebagai pahlawan.
Juga di rt.com, Pakistan memanggil Duta Besar Norwegia di tengah-tengah protes atas pembakaran Al-Quran saat demonstrasi di Kristiansand.

Selain pengaduan yang diajukan di Iran dan Pakistan, Kementerian Luar Negeri Turki juga mempertimbangkan untuk mengecam tindakan tersebut, dengan menyatakan: “Kami sangat mengutuk penghinaan terhadap kitab suci kami.”

Advertisement