BANTEN – Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Banten membantu proses pemulangan pasien Rahmawati (18) yang menderita tertaplegia atau lumpuh di kedua kaki dan tangan, dari RS Fatmawati ke rumah Pasien.
Rahma, begitu biasa dia dipanggil, merupakan anak pertama dari pasangan almarhum Rivai (45) dan Anis (42), yang awalnya hanya merasa pegal di bagian leher, dan pergi ke pijat tradisional untuk menghilangkan rasa pegal. Namun justru kenyataan berkata lain. Selama menerima pijatan tradisional, tubuh Rahmawati mengalami kejang-kejang.
“Waktu pulang sekolah anak saya bilang lehernya pegal. Kemudian saya bawa ke tukang urut, ketika diurut anak saya langsung kejang-kejang dan lemas. Akhirnya langsung saya bawa ke RS Siloam,” tutur Anis, kepada tim RDK LKC Dompet Dhuafa.
Sesampainya di RS tersebut, Rahmawati dimasukkan ke Unit Gawat Darurat. Kemudian ia dikirim ke Rumah Sakit Fatmawati.
Anis yang sehari-hari menjual nasi uduk mengandalkan BPJS Kesehatan kelas III untuk biaya kesembuhan Rahma. Tagihan BPJS nya pun ada teman yang membantu membayarnya.
Hampir dua bulan, Rahma dirawat di RS. Fatmawati, dan sempat masuk ke Intensive Care Unit (ICU) selama dua pekan, lantaran gangguan pernafasan. Tidak sampai di situ, akibat terlalu lama terlentang, ia mengalami luka di bokong atau dekubitas.
Saat Rahma dinyatakan bisa melanjutkan rawat jalan, RDK LKC Dompet Dhuafa Banten menerima panggilan dari pihak Rumah Sakit Fatmawati untuk membantu mobilisasi Pasien pulang ke rumahnya. “Kami menerima panggilan dari RS Fatmawati untuk membantu mobilisasi pasien bernama Rahmawati pulang ke rumahnya” jelas Mamat Ismanto, selaku tim RDK, dilansir dompetdhuafa.org, Senin (9/12/2019).
Tim RDK dengan sigap melajukan ambulance dari LKC Dompet Dhuafa Banten ke RS Fatmawati. Dari Fatmawati pasien dievakuasi oleh tim RDK ke rumahnya yang beralamat di Jalan Pasar Kemis RT 02 RW 01, Kelurahan Pasar kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kota Tangerang.
Sesampainya di rumah pasien, tim RDK disambut oleh sanak keluarganya. Semua keluarga membantu mengangkat pasien ke ruangan 2×3 meter yang sudah disediakan.
Kondisi terkini pasien pasca evakuasi tim RDK masih belum dapat bangun. Hanya mampu berbaring, namun bisa diajak komunikasi.
Mamat melanjutkan, menurut dokter, ada urat syaraf yang putus di bagian tengkuk leher, sehingga ia mengalami lemas dan lumpuh.





