AS Tolak Tandatangani Pertemuan DK PBB untuk Bahas Situasi HAM Korut

Ilustrasi Kesepakatan terkait denuklirisasi Korut makin menjauh walau Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korut Kim Jong Un telah tiga kali bertemu (di Singapura, Hanoi dan Panmunjom). Korut terus menguji coba nuklir dan rudalnya, sebaliknya AS dan Korsel tetap menggelar latihan militer bersama.

WASHINGTON – Amerika  menolak untuk menandatangani surat yang  memungkinkan Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan Selasa (10/12/2019) untuk membahas situasi HAM di Korea Utara.

Tanpa dukungan Amerika, Eropa dan negara-negara lain yang menginginkan badan paling kuat PBB itu membahas HAM Korea Utara, maka badan itu tidak dapat melanjutkan pertemuan, karena kurang satu suara dari minimum sembilan suara yang diperlukan untuk “menyetujui”.

Duta Besar Korea Utara, Kim Song, mengirim surat kepada 14 anggota dewan kecuali AS hari Rabu lalu, memperingatkan bahwa mengadakan pertemuan tentang HAM akan menjadi “provokasi serius lainnya” yang dihasilkan dari “kebijakan Amerika yang bermusuhan”.

Kim mengatakan, pertemuan akan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea dan Korea Utara akan menanggapinya dengan keras.

Dilaporkan VOA, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, wakil Amerika di PBB akan mengupayakan diskusi dewan minggu ini termasuk “laporan komprehensif terbaru tentang perkembangan di semenanjung Korea, termasuk peluncuran rudal baru-baru ini dan kemungkinan meningkatnya provokasi” oleh Korea Utara.

Korea Utara telah melakukan 13 peluncuran rudal balistik sejak Mei dan hari Minggu negara itu mengatakan, telah melakukan uji coba yang sangat penting di lokasi peluncuran roket jarak jauhnya.

 

Advertisement