BAGHDAD – Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) mengatakan setidaknya 424 orang tewas dan 8.758 terluka dalam protes anti-pemerintah di Irak yang dimulai pada awal Oktober.
Dalam laporan terbaru yang dirilis pada Rabu (11/12/2019), berjudul “Demonstrasi di Irak: Pembaruan ke-2, 5 November – 9 Desember 2019”, UNAMI mengatakan 170 demonstran tewas dan 2.264 lainnya terluka selama periode tersebut.
Dikatakannya, temuan awal menunjukkan bahwa penggunaan kekuatan (mematikan dan tidak mematikan) yang melanggar hukum, tidak tepat dan berlebihan serta perlakuan buruk dan pelanggaran hak-hak prosedural dari demonstran yang ditangkap terjadi selama periode yang dicakup dalam laporan tersebut.
“Pemerintah tidak mengizinkan UNAMI untuk mendapatkan data statistik resmi rumah sakit mengenai korban terkait demonstrasi atau mengunjungi rumah sakit untuk mewawancarai para korban,” tulis laporan itu, dilaporkan Anadolu.
Irak telah diguncang gelombang protes sejak awal Oktober untuk menentang praktik korupsi, tingginya angka pengangguran dan minimnya pelayanan dasar.
Tuntutan pengunjuk rasa kemudian meningkat menjadi seruan untuk membubarkan pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi.





