Greta Thunberg Berjuang untuk Lingkungan

Greta Thunberg (16) remaja asal Swedia, dinobatkan sebagai tokoh 2019 oleh majalah TIME atas perjuangan gigihnya menyuarakan isu perubahan iklim global

REMAJA pegiat lingkungan, Greta Thunberg (16) asal Swedia dinobatkan sebagai tokoh Tahun 2019 oleh majalah TIMES karena dinilai telah menginspirasi jutaan remaja di seluruh dunia untuk peduli lingkungan.

Sejak 16 terakhir ini Greta sengaja membolos dari sekolahnya setiap Jumat, berunjuk rasa seorang diri di depan gedung parlemen Swedia untuk mengkampanyekan isu perubahan iklim global dan menuntut pemerintah memenuhi target pembatasan emisi karbon.

Ternyata gayung bersambut, hanya dalam hitungan bulan, bermunculan aksi mendukung Greta guna mendesak para penentu kebijakan agar lebih proaktif memperhatikan dan menanggulangi persoalan lingkungan.

“Saya ingin anda tergugah, merasakan kecemasan seperti yang saya alami dan melakukan sesuatu,” ujarnya lantang di depan para pemimpin dunia dan CEO perusahaan terkemuka di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Januari lalu.

Majalah TIMES menyebutkan adanya kepentingan politik di balik kerumitan isu iklim global , sehingga walau Greta tidak menawarkan solusi yang ampuh, ia sudah berhasil mengubah sikap masyarakat dunia yang bergeming dan mengonversi kegelisahannya menjadi gerakan untuk menjaga lingkungan.

Walau Greta tidak pernah menerima bantuan keuangan dalam kagiatannya dari pihak mana pun, ia memiliki 12 juta pengikut di akun Facebook, Instagram dan Twitter miliknya.

Ia juga berhasil menggalang tokoh-tokoh seperti mantan Presiden AS Barrack Obama, Dalai lama dan bintang film kesohor Arnold Schwarzenegger, bertemu dengan Paus Fransiscus dan menginspirasi empat juta orang untuk bergabung dalam protes terkait iklim global.

Mantan Menlu AS Hillary Clinton menilai, pilihan tokoh 2019 oleh Time tepat dan menurut dia, tidak ada orang lain lagi yang lebih pantas. Hillary juga menyampaikan terima kasih atas kegigihan Greta berbicara lugas dan keras dalam memperjuangkan kebenaran.

Namun Greta dengan rendah hati menyebutkan, penghargaan yang diterimanya adalah untuk semua yang ikut gerakan #FridaysForFuture dan aktivis lingkungan dimana saja. “Wow, sulit dipercaya!, ” ungkap Greta mengenai penghargaan yang diberikan padanya.

Greta juga mengecam pemimpin dunia dalam sidang Perubahan Iklim PBB di New York, AS, September lalu, yang dianggapnya malah bergantung pada generasi muda dala upaya menekan laju pemanasan global.

“Kalian telah mencuri mimpiku dan masa kanak-kanakku dengan janji kosongmu. Kami akan mengawasi kalian,” ujar Greta dalam pidatonya yang terkenal.

Tidak semua Memuji Greta

Namun tidak semua pemimpin negara memuji kiprah Greta, malah ia mendapat sambutan negatif dari sejumlah pemimpin seperti Presiden Brazil Jair Bolsonaro, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump.

Kepada awak media, Bolsonaro menyebut Greta sebagai “anak nakal” setelah dia menyoroti pembunuhan penduduk asli Brasil di Amazon.

“Sangat impresif melihat pers memberikan porsi bagi pirralha (anak nakal-bahasa Porto-red) sepertinya,” ucap Bolsonaro, sementara Presiden Putin menilai Greta, “baik, tetapi kurang informasi”.

Sedangkan Presiden Trump menilai, pemberian penghargaan bagi Greta sesuatu yang konyol dan ia menyuruh Greta bersantai atau menonton film ketimbang menjadi aktivis lingkungan.

Video Greta yang memandang Trump dengan sorotan tajam saat pertemuan iklim di New York September lalu menjadi viral di medsos, menunjukkan sikapnya yang kerap emosional terhadap para pemimpin negara yang dianggapnya kurang tanggap pada perubahan iklim global.

Terlepas pro dan kontra terhadap Greta, dituntut orang-orang yang memiliki nyali
dan berani tampil beda untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik atau menegakkan kebenaran di tengah politisi dan para birokrat yang berada di zona nyaman.

Advertisement