SANGIHE – Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kampung Lebo dan Belengan, di Kecamatan Manganitu, serta Kampung Ulung Peliung di Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Jumat (3/1/2020)..
Tim Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Utara memberikan respon cepat bagi korban terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Pada Selasa (7/1/2020), tim langsung membuka Pos Hangat yang akan berdiri hingga lima hari kedepan.
“Di tahap awal, kami langsung menggelar asessment dan menghadirkan pos hangat untuk masyarakat. Di kondisi cuaca yang seperti ini, semoga pos hangat dapat menjadi salah satu penyedia sajian bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sangihe. Tentunya melalui pos hangat juga, masyarakat dapat menikmati dan merasakan manfaat dari kebaikan para donatur,” jelas Amel, selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Sulawesi Utara, dilaporkan Taufan YN.
Berdasar data dari Bapak Samson, selaku lurah setempat, tercatat sebanyak 189 jiwa terdampak dari bencana tersebut. Tiga warga meninggal dunia, 14 rumah rusak berat, 12 rumah hilang/lenyap dan 9 rumah rusak ringan/sedang dan jembatan penghubung rusak sehingga membuat akses pertolongan masih terhambat.





