2019, Tahun Terburuk Perekonomian Gaza

kbknews.id, Gaza – Tahun 2019 kemarin merupakan tahun terburuk bagi perekonomian di Gaza, Palestina. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite Rakyat Anti Blokade, Jamal Al-Khoudari. Hal tersebut dikarenakan akibat blokade Israel berkepanjangan hingga tahun ke 13 secara berturut-turut dan berefek pada semua aspek kehidupan.

Disebutkan dalam siaran persnya yang dirilis akhir bulan lalu, Jamal Al-Khoudari menegaskan, situasi di Gaza sangat sulit. Kondisi yang paling menonjol dari kemunduran ini adalah sektor ekonomi. Ia sendiri menyaksikan kemunduran ini sangat cepat, serius dan signifikan.

“Adanya stagnasi ekonomi dan penurunan tingkat pendapatan serta proses produksi dalam skala yang sangat besar, di samping penutupan sejumlah toko komersial. Demikian juga banyak lembaga dan perusahaan tutup karena ketidakmampuan untuk membayar para pegawai akibat blokade,” ujarnya menegaskan.

Al-Khudari mengulas angka penurunan yang menakutkan secara rill di Gaza. Ia menekankan perlunya tindakan efektif untuk mengurangi penderitaan ini.

“Seperempat juta pekerja menganggur dan hampir 85% dari populasi sektor ini hidup di bawah garis kemiskinan (dari tingkat tinggi secara global),” sambungnya

Pabrik-pabrik yang beroperasi hanya 20% dari kapasitas produksinya, akibat blokade dan sejumlah toko, pembatasan impor dan ekspor secara terus-menerus.

Al-Khoudari menegaskan, blokade telah melumpuhkan kehidupan komersial dan industri Gaza di sektor kontrak dan bisnis secara umum yang telah menghentikan hampir 80% perusahaan ekonomi yang beroperasi.

Advertisement