Trump Masih Mungkin Lolos

Presiden AS Donald Trump

PROSES pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya dipastikan setelah Kongres (DPR) menyerahkan berkas dakwaan pada Senat (semacam DPD) Rabu (16/1) lalu.

Namun bukan berarti Trump sudah bakal dipastikan akan lengser dari jabatannya karena lawannya dari kubu fraksi Partai Demokrat (PD) hanya memiliki 45 suara dari 100 suara Senat seluruhnya, selebihnya 53 suara milik Partai Republik (PR) dan dua lagi dari anggota independen.

Dipersyaratkan paling tidak 67 atau dua pertiga suara bagi kubu PD untuk menggolkan pemakzulan atau berarti diperlukan tambahan 22 suara dari pembelotan anggota PR yang agaknya mustahil bisa terjadi.

Lagi pula, isu pemakzulan Trump yang marak di media sejak beberapa bulan terakhir ini tidak membuat popularitas Trump anjlok, sebaliknya bahkan naik, yang anjlok malah citra DPR.

Berdasarkan hasil jajak pendapat baru-baru ini, kurang dari separuh responden (43 persen) yang menghendaki berlanjutnya proses pemakzulan, bahkan 29 persen malah menghendaki ia dibebaskan dari segala tuduhan.

Isu pemakzulan berawal dari permintaan Trump pada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Juni 2019 untuk menyelidiki calon pesaingnya dari PD pada pilpres 2020 yakni mantan Wapres Joe Biden dan putranya, Hunter Biden yang bergiat dalam industri gas di negeri itu.

Trump didakwa atas dua pasal yakni penyalahgunaan kekuasaan dan upaya obstruksi (menghalang-halangi) penyelidikan oleh Kongres (DPR).

Setelah surat dakwaan diterima Senat, Rabu lalu, keesokan harinya, Kamis (17/1), Senat mengambil sumpah para hakim dan juri dan tujuh wakil Kongres (DPR) yang akan membacakan dakwaan, sedangkan sidang akan dimulai Selasa pekan depan (21/1).

Sejumlah aanggota Senat dari kubu Republik menuding, lawannya, Kubu Demokrat memaksakan pemakzulan dalam upaya menjegal Trump maju lagi dalam Pilpres mendatang, sementara calon dari Demokrat, Joe Bidden menyebutkan, skandal tersebut membuktikan bahwa Trump takut kalah dalam pilpres nanti.

Kawan dan lawan Trump, baik di dalam dan di luar negeri, berharap-harap cemas atas hasil sidang pemakzulan nanti (AP/Reuters/ns)

Advertisement