
JAKARTA – Sejak awal Pesawat MH370, Malaysia Airlines menghilang, 8 Maret 2014, dua tahun yang lalu, sejak itu pula ratusan ahli dan peneliti melakukan pencarian.
Mereka menghimpun informasi sebanyak-banyaknya agar dapat menemukan pesawat yang menghilang dari layar radar antara Malaysia dan Vietnam. Pesawat MH370 sendiri, berangkat dari Malaysia dengan membawa 239 penumpang menuju Hongkong.
Sejauh ini belum ada yang berani menarik kesimpulan di mana lokasi jatuhnya pesawat. Masing-masing mencoba untuk memecahkan misteri hilangnya pesawat tersebut.
Seorang Pengacara yang berbasis di Seattle, Blaine Gibson pun teusik melakukan pencarian secara mandiri. Ia telah berkeliling dunia dalam upaya mencari tahu apa yang terjadi dengan pesawat MH370 itu.
Dia mengunjungi wilayah laut Australia dan zona penyelamatan di bagian selatan Samudra Hindia, Maladewa. Ia juga berbicara dengan penduduk desa yang mengklaim mereka melihat pesawat dan bahkan Gibson juga meluncur ke Pulau Réunion ketika ditemukan serpihan bulan Juli 2015. Ia berbicara langsung dengan orang yang menemukan ‘flaperon’ dari MH370 itu.
Gibson bahkan melakukan pertemuan dengan wakil perdana menteri Australia Warren Truss sebelum menuju Mozambik, di mana ia mendapat kabar awal pekan ini ada yang telah menemukan potongan baru serpihan pesawat.
Dia menegaskan temuan baru itu benar-benar sesuai dengan pesawatnya, ungkapnya ke New York Magazine.
“Saya dapat memberitahu Anda ini tentang potongan itu benar-benar otentik,” katanya.
“Aku naik perahu dengan orang-orang di sana, dan mereka tidak membawa apa-apa. Penemuan itu benar-benar alami. Apakah keberuntungan atau takdir, terserah apa pun yang ingin Anda sebut,” lanjutnya.
Halaman Berikut : Suka Mengungkap Kasus Misteri





