
PANDEMI virus Korona galur baru (Covid-19) yang melanda dunia dan terkonfirmasi sudah masuk ke Indonesia hendaknya disikapi dengan melipatgandakan kewaspadaan, namun tidak perlu panik atau bersikap cemas berlebihan.
Presiden Jokowi (Selasa 2/3) mengumumkan adanya dua warga Depok, Jawa Barat, perempuan usia 64 tahun dan puterinya (31 tahun) terinfeksi Covid 19 yang saat ini masih dirawat dan diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
Keduanya diduga terpapar dari kerabatnya, seorang WN Jepang yang pekan lalu berinteraksi dengan warga Depok itu kemudian dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 saat ia sudah kembali dari Jakarta, berada di Malaysia.
Sejauh ini otoritas kesehatan juga terus menelusuri kondisi WNI lainnya yang pernah berinteraksi dengan warga Jepang itu saat berada di Indonesia dan juga orang-orang yang berhubungan dengan kedua WNI tersebut.
Sekitar 50 orang yang memiliki riwayat interaksi atau berhubungan termasuk asisten rumah tangga kedua korban dilaporkan sudah masuk dalam daftar orang-orang dalam pemantauan (ODP).
Penelitian riwayat kedua pasien dan warga Jepang itu dinilai penting untuk mengendalikan virus mematikan itu yang sampai Selasa ini (3/3) telah merenggut 3.117 nyawa, terbanyak di China (2.912), selebihnya tersebar di 63 negara. Di seluruh dunia tercatat 90.428 orang korban terinfeksi, terbanyak di China (80.144).
Kasus kematian terbanyak akibat Covid-19 di luar China terjadi di Iran (66 meninggal dari 1.501 terpapar termasuk wapres dan menkesnya), disusul Itali (52 meninggal dari 2.036 terpapar) dan Korea Selatan (28 meninggal dari 4.335 terpapar.
Menkes Terawan Agus Putranto mengakui, warga Jepang yang menulari dua WNI itu lolos dari pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di bandara karena diduga saat dilakukan,suhu tubuhnya normal-normal saja.
Sementara itu, aksi borong sembako dilaporkan terjadi di sejumlah pasar dan tempat perbelanjaan di ibukota dan kota-kota lain dipicu sliweran dan cuitan hoaks di medsos mengenai ancamana pandemi Covid-19.
Untuk itu Mabes Polri mengerahkan aparatnya untuk berjaga-jaga dan mengamankan pusat-pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional, mengantisipasi peningkatan aktivitas dan aksi main borong oleh masyarakat
“Setelah kami memdapat info, ada warga suspect terpapar virus, kami minta anggota turun ke lapangan memantau tempat-tempat perbelanjaan,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo di Jakarta (3/3).
Kastaf Kepresiden Moeldoko juga menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Polri untuk menugaskan aparatnya menjaga pusat-pusat perbelanjaan demi mencegah aksi borong barang oleh masyarakat.
“Tidak perlu panik, masyarakat diminta tenang, aksi borong malah akan mempengaruhi ketersediaan barang. Besok saya undang Kapolri untuk ikut membantu menjaga tempat-tempat itu,” kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jakarta (2/3).
Melonjak, Harga Masker
Melonjaknya pengguna masker akibat kekhawatiran akan terpapar Covid-19 juga ikut mengatrol harga penutup mulut dan hidung itu dua kali lipat menjadi Rp1,5 juta per kotak (berisi 20 lembar masker N95). u.
Sedangkan masker bedah tiga lapis yang lebih tipis dari N95 kini dihargai Rp 275 ribu sekotak berisi 50 lembar masker, padahal, harga normal sebelumnya hanya Rp 30 ribu.
Lonjakan harga masker di tengah meluasnya pandemi Covid-19 juga dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk memproduksinya secara ilegal.
Pabrik masker ilegal di Kawasan Pergudangan Cakung, Cilincing, Jakut yang digerebek Ditserse Narkoba Polda Metro Jaya, (1/3) diketahui berhasil meraup omzet antara Rp200 juta hingga Rp250 juta per hari.
Selain ancaman memang sudah di hadapan mata, mengingat negara-negara dengan tingkat layanan yang jauh lebih tinggi saja tidak bisa lolos dari serangan virus maut itu, kecurigaan pihak asing atas kemampuan RI mendeteksi penyebarannya juga ikut memicu kecemasan publik.
Lagi pula, lambannya Kemenkominfo yang seharusnya menjadi ujung tombak diseminasi informasi dari pemerintah terkait Covid-19, silang-pendapat antarpejabat atau politisi serta ketidaktegasan pemerintah menindak para penyebar hoaks juga berkontribusi membuat masyarakat bingung.
Info resmi terkait Covid-19 hendaknya dilakukan satu pintu melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait, tindakan tegas harus dilakukan terhadap penyebar hoaks atau kabar bohong, sementara masyarakat diminta meningkatkan kewaspadan dengan melakoni pola hidup sehat.
Last but not least! Jangan panik dan lebai serta mudah diprovokasi para hoaker atau politisi yang cuma mau mencari panggung dengan memanfaatkan musibah global ini.




