
WALAU tidak perlu cemas berlebihan menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) yang mewabah dunia, kewaspadaan dan mitigasi perlu ditingkatkan, jangan sampai terjadi “fenomena gunung es” yang cuma tampak di permukaan.
Selain perubahan gejalanya – orang yang terpapar Covid-19 sering tidak demam -, masa inkubasinya juga lebih panjang (28 hari, padahal semula antara dua hingga 14 hari), jumlah orang yang dipantau (ODP) juga relatif sedikit dibandingkan jumlah penduduk dan luasnya wilayah RI.
Sampai, Senin (16/3) virus Covid-19 telah mewabah di 157 negara lintas benua dengan total korban meninggal 5.900 orang lebih dan dari 169.610 yang terinfeksi dan 77.776 diantaranya atau lebih separuhnya sembuh
Kecurigaan asing dan juga kecemasan warga cukup beralasan, karena pendeteksian penyebaran Covid-19 secara efektif sulit dilakukan di Indonesia dengan sekitar 13.700 pulau dan banyak pintu masuk laut dan udara serta jalan-jalan tikus di wilayah-wilayah tapal batas.
Seluruhnya tercatat 134 pasien positif terinfeksi Covid-19 yang dirawat di RS rujukan di berbagai kota (sampai 16/3),lima orang meninggal dan delapan dinyatakan sembuh.
Selain ada beberapa pasien yang pernah berinteraksi dengan pasien Kasus 1 dan 2 (seorang ibu warga Depok, Jabar usia 64 tahun dan puterinya berusia 31 tahun), seorang awak kapal Diamond Princess, 20 lagi baru tiba dari LN, lainnya akibat penularan lokal.
Sementara itu, upaya China menghentikan laju penyebaran Covid-19 sejak terjadi terjadi “outbrake” di kota Wuhan, Propinsi Hubei pertengahan Desember lalu diacungi jempol oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
China mengarantina 50-juta penduduk Hubei, dan di kota Wuhan saja dibentuk 1.800 tim guna mengamati puluhan ribu orang, sementara status kesehatan seseorang ditandai melalui aplikasi ponsel berupa warna merah, hijau atau merah untuk menentukan yang bersangkutan bisa meliwati penjagaan, tetap di rumah atau harus dikirim ke RS.
Dua RS rujukan yang bisa menampung ratusan pasien pun dibangun di kota Wuhan dalam bilangan hari, sementara 16 RS lain dibangun di berbagai kota di negara itu.
Hasilnya, lonjakan angka kematian akibat Covid-19 di awal-awal merebaknya wabah virus tersebut di kota Wuhan bisa ditekan dari 14 persen menjadi 5,8 persen, begitu pula penyebarannya di kota-kota lain di daratan China.
Italia, Korban Terbanyak di Luar China
Sementara Italia dengan jumlah korban terpapar Covid-19 meninggal 1.441 orang atau terbanyak di luar China dan 21.157 pasien positif terpapar virus tersebut telah memeriksa sekitar 61-ribu orang dan mengisolasi 16 juta warga di 15 propinsi di utara negeri itu.
Di lingkup ASEAN, pemerintah Vietnam langsung mengarantina 10.600 warga kota Son Loi yang diduga menjadi titik awal penyebaran Covid-19 sejak akhir Feb. lalu. Hasilnya, 16 warganya yang semula positif terinfeksi, berhasil disembuhkan.
Pemerintah Singapura terus-menerus melakukan tindakan preventif dengang memampang peta-peta digital wilayah paparan Covid-19 sehingga harus dihindari , sehingga dari160 kasus yang ditemukan, 93 pasien berhasil disembuhkan, tidak satu pun meninggal.
Malaysia sejauh ini sudah memeriksa 3.842 warganya dan melacak5.000 orang lagi yang berpotensi terpapar Covid-19 saat menghadiri upacara keagamaan di pinggiran kota Kuala Lumpur yang dihadiri para jamaah antarbangsa beberapa waktu lalu.
Mengenai kemampuan Indonesia memeriksa spesimen, Jubir pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Ahmad Yurianto mengemukakan, Balitbangkes mampu memeriksa 1.700 sampel per hari.
Faktanya, mengingat sejauh ini pemeriksaan baru dilakukan terhadap sekitar 1.200 orang di berbagai kota, dicemaskan, di balik fenomena “gunung es” yakni 117 orang yang positif terinfeksi Covid-19, banyak lagi kasus-kasus yang tidak tampak.
Sebelum terlambat atau terjadi “outbreak” Covid-19, tingkatkan segera upaya pendeteksian warga, tidak saja di kota-kota besar, tetapi juga melibatkan seluruh aparat pemda sampai kelurahan.
Tidak terbayangkan, jika hal-hal terburuk sampai terjadi dan menimbulkan “chaos”, dampaknya terhadap ekonomi, sosial dan juga keamanan.
Sebelum terlambat lakukan tindakan preventif seoptimal mungkin !




