Rapid Test Jatim Diikuti 2.020 Orang, 49 Dinyatakan Positif

Ilustrasi pemeriksaan virus corona/ tempo.co

SURABAYA – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi mengatakan hasil dari rapid test atau tes kilat virus corona (Covid-19) terhadap 2.020 orang di 38 kabupaten/kota menghasilkan sebanyak 49 orang dinyatakan terindikasi positif terinfeksi.

Meski demikian, hasil rapid test tersebut bukanlah diagnosa akhir bahwa pasien tersebut positif corona. Mereka masih harus menjalani tes swab PCR untuk lebih memastikannya lagi.

“Bahwa yang positif rapid test ini tidak bisa jadi patokan mereka pasti positif. Tapi untuk dapat presisi yang baik harus di-swab di PCR,” kata Khofifah.

Sehingga, hasil rapid test 49 orang positif itu belum bisa diakumulasikan secara langsung ke dalam jumlah 93 pasien positif virus.

“Jadi tidak bisa 93 ditambah 49. Saya sudah minta ke dr Joni Wahyuhadi (Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim) untuk bisa segera lakukan swab,” kata Khofifah.

Nantinya, jika hasil rapid test positif kemudian tes swab negatif pasien tidak perlu khawatir untuk membayarnya. Karena akan ditanggung penuh oleh pemprov. Pun bila hasil keduanya positif, maka biaya dibebankan ke pemerintah pusat.

Hingga Selasa (31/3/2020), jumlah positif corona di Jatim mencapai 93 pasien, 17 pasien di antaranya sembuh, dan 8 pasien meninggal. Sebanyak 6.565 orang dalam pemantauan (ODP) dan 420 pasien dalam pengawasan (PDP).

Advertisement