
BELUM tuntas menanggulangi kasus-kasus infeksi virus Corona (Covid-19) yang berawal mewabah di kota Wuhan, Prov. Hubei, sejak medio Desember lalu, China kini harus siap-siap menghadapi pola infeksi baru virus tersebut yang memapar tanpa gejala.
Otoritas kesehatan China, untuk pertama kalinya melaporkan pemunculan lebih 1.300 kasus korban positif terpapar Covid-19 tanpa gejala apa-apa (assymptomatis), berbeda dengan sebelumnya.
Dalam kasus-kasus sebelumnya, orang yang kemungkinan terpapar Covid-19 (suspect) biasanya mengalami gejala berupa demam tinggi, batuk, radang tenggorokan sampai pneumonia atau radang paru berat.
Yang dicemaskan, pencabutan bertahap kebijakan lockdown atau karantina di sejumlah wilayah epicenter Covid-19, jangan-jangan malah memicu infeksi baru, karena orang yang terpapar tanpa gejala berpotensi menularkan pada orang lain.
Guna meredam kecemasan warga, pemerintah China mulai fokus melakukan deteksi terhadap kasus-kasus infeksi Covid-19 tanpa gejala, termasuk pemprov Liaoning yang mengumumkan adanya 52 kasus Covid-19 tanpa gejala, 31 Maret lalu.
Sejauh ini kasus korban terpapar Covid-19 tidak dimasukkan dalam data yang dilaporkan secara resmi oleh  pemerintah, padahal jumlahnya  cukup banyak, bahkan dilaporkan harian South China Morning Post, sampai 40.000 kasus.
Sampai hari ini (3/4) dilaporkan ada 1.015.850 orang tersebar di 204 negara yang terinfeksi Covid-19, sebanyak 53.216 diantaranya meninggal dan 212-ribu orang dinyatakan sembuh, sedangkan di Indonesia, ditemukan 1.779 pengidap Covid-19, 1.508 dirawat di RS, 170 meninggal dan 112 sembuh.
Indonesia sendiri saat ini sedang menghadapi ancaman outbreak Covid-19 dan karena baru sedikit jumlah orang yang bisa dipantau (baru sekitar 6.000 orang) karena keterbatasan alat pendeteksi.
Dikhawatirkan, jika program social distancing tidak efektif dilakukan akibat rendahnya disiplin masyarakat, lemahnya pengawasan dan penyebab lainnya, puluhan ribu orang berpotensi terpapar Covid-19 pada puncaknya akhir April nanti.
Sejumlah pakar kesehatan sependapat, pasien positif tanpa gejala berpotensi bisa menularkan pada orang lain, sedangkan dokter spesialis paru China, Zhong Nanshan menyebutkan, pasien positif tanpa gejala bisa menulari tiga sampai empat orang.
Menurut catatan, virus sendiri bisa bermutasi menjadi galur baru akibat perubahan cuaca, terciptanya vaksin untuk melawannya atau penyemprotan desinfektan secara massal sehingga membuatnya imun.
Kerjasama global harus terus ditingkatkan dalam upaya memerangi musuh bersama yang mengancam umat manusia saat ini, Covid-19. (AFP/Reuters/ns)




