TURKI – Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan bersikeras menolak seruan pemberlakuan larangan keluar masuk atau pembatasan pergerakan orang (lockdown) di Turki pada saat wabah virus corona menyebar, terutama di Istanbul.
Pemerintah mengatakan ekonomi tidak bisa ditutup sehingga mengkhawatirkan sebagian orang dalam komunitas bisnis.
Walaupun menolak seruan penutupan total, pemerintah Erdogan memberlakukan jam malam bagi mereka yang berusia kurang dari 20 tahun dan di atas 65 tahun.
Meskipun demikian, penularan dan kematian akibat virus corona terus meningkat dan Istanbul sudah menjadi pusat wabah.
Dalam upaya mencegah penyebaran virus, otoritas Kota Istanbul mendistribusikan masker dan mengurangi jam angkutan umum.
Sementara itu, Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu meminta penutupan kota secara total, dengan alasan terlalu banyak orang yang masih ada di jalan-jalan, demikian dilansir VOA.





