HARI-hari belakangan ini bertebaran lawakan ala Youtuber yang sangat jenaka melebihi Srimulat atau Cak Lontong dan Marwoto sekalipun. Bila pelawak pada umumnya sengaja clelekan full untuk menguras tawa penonton dan netizen, tapi lawakan sosok satu ini sungguh lain dari yang lain. Dalam kondisi serius pun bisa menciptakan humor-humor segar diramu bahasa Inggris yang sengaja dipating-pecothotkan dengan istilah teknologi, kimia, biologi, kedokteran dan lain sebagainya. Tampilan layar dan property yang sangat sederhana, ditambah sosok sang Youtuber sok keminter tapi juga sok bloon, menjadikan lawakan dia lebih menonjol. Itulah Pak Ndul, Youtuber kocak dari Madiun, Jawa Timur.
Dengan rumah kumuh dinding bambu atau papan, kebon atau pekarangan yang njembrung tak terurus; begitulah selalu latar channel Waton Guyon (Wagu) milik Pak Ndul. Sang Youtuber sendiri juga tampil seadanya, kepala sengaja digunduli, baju kaos lengan pendek, celana kombor cingkrang meski bukan dari kelompok kadal gurun; Pak Ndul bisa dan biasa duduk nglekor (tanpa alas) di tanah. Dari sinilah kemudian Youtuber bernama asli Agung Sukoco itu mulai meluncurkan joke-joke-nya yang konyol lewat mimik wajahnya yang kadang memelas kadang seperti orang kenthir. Tapi dalam tampilan seperti itulah, dia banyak digemari warganet. Salah satu videonya sempat dilihat oleh 6 juta penonton.
Wabah Corona yang sedang membumi –karena berjangkit hampir di seluruh muka bumi– menurut Pak Ndul harus dilihat dari terminalogi kata Corona itu sendiri. Co, itu asal kata dari corona yang berarti mahkota. Ro, juga berasal dari kata corona yang berarti mahkota juga. Dan Na, adalah nas atau Chinas, karena wabah itu memang awal muawalnya dari negeri China (Wuhan).
Kata Pak Ndul, mahkota itu telah menyelimuti sel ion, electron, proton dalam tubuh kita, sehingga kita merasa demam atau feeling hot. “Panas, Mas. Karena siang-siang diselimuti,” kata Pak Ndul serius. Dalam pandangannya secara global, virus Corona itu yang terdeteki hanya sedikit. Soalnya tingkat latentsi-nya very tinggi, penjelajahan dari virus ini luar biasa, karenanya harus hati-hati. Kata Pak Ndul, “Karena ini merupakan sintetic vulvavic, energetic of the mutation genetic; mutasi yang pertama dari Sars Cov 2.”
Setelah di EPI e CIA, diintelejeni, dalam pengamatan Pak Ndul virus Corona itu semacam cerpen atau novel gaya baru, sehingga vaksination-nya belum ditemukan sampai sekarang. Tapi Pak Ndul termasuk timnya, secara diam-diam, secret of the secret selama 48 jam 48 minggu telah mengerahkannya secara berkelanjutan. Bahkan juga ada koneksi dengan tim Microsoft, tim Kaspersky, tim Avast, dan tim-tim yang lain untuk menemukan anti virusnya.
Sambil garuk-garuk tangan dan muka, Pak Ndul berpesan bahwa kita juga tak boleh menggampangkan virus Corona. Karena sesuai dengan model pandemic matimatical fashion style gaya baru yang ditemukan Pak Ndul, kita harus expect the worse dan selanjutnya bla bla bla…… Pak Ndul terus memberi petunjuk bagaimana publik harus menyikapi wabah Covid-19 yang tak seindah lagu-lagu Dewa-19.
Petunjuk yang sangat sersan (serius tapi santai) itu kemudian diakhiri soal lockdown yang oleh Pak Ndul diplesetkan terminologinya menjadi: lock itu kunci, dan down itu bawah, jadi artinya: dikunci di bagian bawah. Dan ternyata tayangan chanel Wagu itu sudah dilihat 1.237.907 kali, sementara yang berkomentar tidak kurang dari 3.696 orang.
Ditilik dari pendapat para komentator, meski banyak plesetannya, tapi petunjuk menyikapi virus Corona semua benar, sehingga ada yang berkomentar: Pak Ndul berpakaian sederhana tapi kepalanya berisi, sedangkan anggota DPR berpakaian parlente tapi kepalanya banyak yang tak berisi.
Di sela lawakaannya yang terasa sok keminter sekaligus seperti orang kenthir, dia tak pernah lepas dari taglinnya, “Ahlinya ahli, intinya inti, core of the core!”. Karena banyak bacaannnya dan menguasai Bahasa Inggris, Pak Ndul dalam humornya tangkas sekali meluncurkan istilah-istilah asing dari berbagai disiplin ilmu. Maka bagi netizen yang strata otaknya –begitu istilah Pak Ndul– tak seimbang, susah mencerna lawakan lelaki dari Desa Muneng Kecamatan Pilangkenceng Madiun itu.
Sebagai pelaku bisnis pengocok perut, Pak Ndul mampu menjaga “kode etik” dunia lawak, tidak ikut tertawa atas produk tawanya. Sebab banyak pelawak seperti Timbul, Nunung, Eko Patrio, ikut tertawa sendiri. Ibarat penjual rokok warungan, dia malah ikut merokok apa yang dijualnya.
Sebagai Youtuber sukses, Pak Ndul yang mengaku Mbah Google selalu connect dengan pikirannya, sering jadi bintang tamu stasiun TV di Jakarta. Sering pula jadi pembicara bahkan ada kerjasama pariwisata dengan Pemda Ngawi. Sayang berapa penghasilannya sebagai Youtuber tersebut, Agung Sukoco enggan untuk berterus terang. Sukses Pak Ndul! (Cantrik Metaram)





